Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Tiga Bupati di Aceh Tidak Sanggup Tangani Situasi Darurat

Mistar.idSelasa, 2 Desember 2025 10.04
EH
tiga_bupati_di_aceh_tidak_sanggup_tangani_situasi_darurat

Warga berjalan di dekat bangunan sekolah yang terdampak banjir bandang di Ladang Rimba, Kabupaten Aceh Selatan. (Antara/HO-BPBD Aceh Selatan)

news_banner

Aceh, MISTAR.ID

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, serta Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, secara resmi menyatakan ketidaksanggupan dalam menangani situasi darurat di daerah masing-masing.

“Dengan ini kami menyatakan ketidaksanggupan dalam penanganan darurat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 24 November 2025,” demikian isi surat yang ditandatangani masing-masing bupati, dilansir dari Kompas, Selasa (2/12/2025).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, menegaskan bahwa penerbitan surat ketidaksanggupan bukanlah bentuk menyerah atau ketidakmampuan daerah.

"Surat ketidaksanggupan ini memang syarat dari Pemerintah Provinsi Aceh sebagai penetapan status darurat bencana. Ini juga bentuk dukungan pemerintah kabupaten/kota kepada provinsi agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat, lebih kuat, dan lebih terstruktur," ujar Diva.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah merenggut ratusan korban jiwa.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyebut jumlah korban meninggal di Sumatera Utara mencapai 217 orang, sementara 209 lainnya masih dinyatakan hilang. Banyak korban ditemukan saat proses evakuasi di Tapanuli Selatan pada Minggu (30/11/2025).

“Untuk Sumut, ada 217 korban meninggal dan 209 orang masih hilang,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers daring, Minggu (30/11/2025).

Di Aceh, korban jiwa tercatat sebanyak 96 orang, dan 75 orang masih belum ditemukan. Suharyanto menjelaskan, korban tersebar di 11 kabupaten/kota, sementara total wilayah terdampak mencapai 18 kabupaten/kota. Ia mengakui bahwa kondisi jalan di berbagai titik di Aceh masih sangat memprihatinkan karena banyak akses yang terputus.

“Beberapa jalur transportasi masih putus, termasuk Sumatera Utara–Aceh Tamiang serta ruas Banda Aceh menuju Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, hingga Aceh Tamiang,” ucapnya.

Adapun di Sumatera Barat, korban meninggal berjumlah 129 orang, dengan 118 orang masih hilang dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka. Suharyanto menambahkan bahwa kondisi di Sumbar kini relatif lebih stabil dibanding Aceh dan Sumut.

“Sumatera Barat kondisinya lebih pulih dibanding Sumut dan Aceh, terutama karena sudah tidak turun hujan. Operasi pencarian masih terus dilakukan,” tuturnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN