Usul Bangun Panti Rehabilitasi, Gubernur Bobby Nasution: Fokus Penanganan, Bukan Proyek

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution saat memberikan keterangan pada wartawan. (Foto: Ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menanggapi usulan pembangunan panti rehabilitasi yang disampaikan Ketua Komisi E DPRD Sumut, HM Subandi. Ia menegaskan fokus utama pemerintah saat ini bukan pada pembangunan fisik, melainkan pada skema penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Menurutnya, wacana pembangunan pusat rehabilitasi sebenarnya sudah pernah muncul sebelumnya, bahkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Medan.
“Ini kemarin sudah pernah diwacanakan sebelumnya. Saat itu sempat ada usulan dibangun di Kodam atau pusat militer, namun kemudian diusulkan agar berada di Kota Medan,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Rabu (15/4/2026).
Meski demikian, Bobby menilai pembangunan gedung baru bukanlah prioritas utama. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, selama masih memungkinkan untuk digunakan sebagai pusat rehabilitasi.
“Daripada membangun lagi, fokus kita pada penanganannya, bukan proyeknya. Apakah bangunan yang sudah ada bisa dimanfaatkan, itu yang harus kita lihat,” kata mantan Wali Kota Medan itu.
Ia menekankan pentingnya merancang skema rehabilitasi yang komprehensif, mulai dari metode pemulihan hingga pengembangan keterampilan bagi para peserta rehabilitasi.
“Yang penting itu bagaimana skema penanggulangan dulu. Rehabilitasinya seperti apa, pengembangan skill-nya mereka nanti seperti apa, itu yang harus kita bahas bersama,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi E DPRD Sumut, HM Subandi, mendesak Pemprov Sumut untuk segera merealisasikan pembangunan panti rehabilitasi narkoba milik pemerintah sebagai langkah konkret menekan angka penyalahgunaan narkotika.
Hal itu dikatakannya menyikapi kondisi keberadaan panti rehabilitasi yang sangat mendesak, mengingat tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan penanganan, sementara fasilitas yang tersedia masih terbatas dan didominasi pihak swasta.
BERITA TERPOPULER






















