Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Soal Kenaikan Insentif Guru Honorer Berdampak Nyata, Begini Langkah Rekomendasikan Pengamat

Mistar.idKamis, 15 Januari 2026 21.26
journalist-avatar-top
SH
soal_kenaikan_insentif_guru_honorer_berdampak_nyata_begini_langkah_rekomendasikan_pengamat

Seorang guru sedang mengajar di dalam kelas. (foto: Susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kenaikan insentif guru honorer dinilai perlu diikuti dengan langkah kebijakan yang lebih konkret agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan. Pemerintah didorong tidak berhenti pada kebijakan normatif, melainkan melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi, menyampaikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan pemerintah, salah satunya adalah melakukan peninjauan ulang anggaran pendidikan, khususnya terkait insentif guru honorer.

“Meningkatkan alokasi anggaran untuk insentif guru honorer agar setara dengan UMR (Upah Minimum Regional),” katanya kepada Mistar, Kamis (15/1/2026).

Selain aspek anggaran, Agus juga menekankan pentingnya program pelatihan dan pengembangan bagi guru honorer. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru akan berkontribusi langsung terhadap kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

“Pelatihan diperlukan agar guru honorer dapat terus meningkatkan kompetensinya dan memberikan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Selanjutnya, kebijakan kenaikan insentif juga harus dibarengi dengan penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. Sistem yang terbuka dinilai penting untuk memastikan insentif benar-benar diterima oleh guru yang berhak.

Tak kalah penting, ia mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog dengan para guru honorer sebagai stakeholder utama dalam dunia pendidikan. Pelibatan guru honorer dalam proses pengambilan keputusan dinilai dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan dan harapan mereka secara langsung.

“Melibatkan guru honorer dalam dialog kebijakan akan membuat kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” ucapnya.

Agus menilai, langkah-langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas guru sebagai garda terdepan pendidikan di Indonesia.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN