SLB-B Karya Murni Medan Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa, Tampilkan Beragam Karya Inspiratif

SLB-B Karya Murni Medan menggelar Pentas Seni (Pensi) dan pelepasan siswa kelas IX SMP. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
SLB-B Karya Murni Medan sukses menggelar Pentas Seni (Pensi) dan pelepasan siswa kelas IX SMP yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang digelar dua tahun sekali ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan bakat, kreativitas, serta hasil karya mereka kepada orang tua dan masyarakat sekolah.
Sebanyak 150 siswa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang juga dirangkaikan dengan pembagian rapor. Ketua Panitia Pensi dan Pelepasan, Samrin Sitinjak, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah agar orang tua dapat menyaksikan langsung perkembangan dan potensi anak, tidak hanya melalui nilai rapor.
"Di sini orang tua bisa melihat langsung hasil karya anak-anak, mulai dari merajut, melukis, hingga keterampilan sebagai barista dan tata boga. Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya," kata Samrin.
Berbagai penampilan memukau disajikan para siswa, mulai dari fashion show hingga tarian tradisional dan modern. Menariknya, meskipun memiliki hambatan pendengaran (tunarungu), para siswa mampu menampilkan tarian dengan sinkronisasi gerakan yang baik berkat latihan intensif dan kesabaran para guru selama berbulan-bulan.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Karya Murni Medan, Suster Desideria Saragih, menegaskan visi yayasan adalah mewujudkan pribadi yang utuh sebagai citra Allah melalui pendidikan yang bermutu. Hal tersebut selaras dengan motto yayasan, Venerate Vitam, yang berarti menghormati kehidupan.
"Anak-anak ini adalah ciptaan Tuhan yang memiliki martabat luhur. Kami mengajak semua pihak untuk berjalan bersama dalam menghargai kehidupan mereka, baik melalui pendidikan maupun dukungan terhadap kemandirian mereka di masa depan," ujarnya.
Samrin menegaskan bahwa tujuan akhir pendidikan di SLB-B Karya Murni adalah membentuk kemandirian siswa. Karena itu, sekolah terus membekali mereka dengan berbagai keterampilan praktis agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri saat dewasa.
"Harapan kami, mereka bisa mandiri dalam hal-hal sederhana seperti makan dan berpakaian, hingga nantinya mampu bekerja dan menghasilkan untuk diri sendiri. Sudah banyak alumni kami yang sukses bekerja di perusahaan maupun membangun keluarga," tuturnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan, panitia memastikan tidak ada pungutan biaya kepada orang tua siswa. Pendanaan acara sepenuhnya berasal dari sumbangan sukarela orang tua, bantuan para suster dan guru, serta dukungan para donatur, mengingat kondisi ekonomi keluarga siswa yang beragam.
Acara ditutup dengan suasana haru dan bangga saat pelepasan 11 siswa kelas IX SMP. Momen tersebut menjadi simbol langkah awal mereka untuk melanjutkan pendidikan dan menapaki kehidupan yang lebih mandiri di tengah masyarakat.
PREVIOUS ARTICLE
Bea Cukai Sumut Ajak Masyarakat Berantas Rokok Ilegal demi Selamatkan Penerimaan NegaraBERITA TERPOPULER























