Simpang Asrama–Gaperta hingga Manhattan Macet Panjang Gegara Traffic Light Padam

Kemacetan di Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (6/6/2026) sore. (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemadaman listrik di Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, menyebabkan lampu lalu lintas di persimpangan Jalan Asrama–Gaperta tidak berfungsi, Sabtu (6/6/2026) sore. Akibatnya, salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kota Medan itu berubah menjadi lautan kendaraan yang terjebak kemacetan panjang.
Berdasarkan keterangan warga setempat, kemacetan mengular terjadi hingga sekitar 5 kilometer, bahkan mencapai kawasan Simpang Manhattan. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat dari berbagai arah terjebak dalam antrean yang nyaris tidak bergerak selama berjam-jam.
Kondisi semakin semrawut lantaran tidak adanya pengaturan lalu lintas di lokasi saat lampu padam. Pengendara dari masing-masing arah berusaha melintas lebih dulu, sehingga arus kendaraan saling mengunci dan memicu kemacetan yang terus membesar.
Salah seorang pengendara, Yoga, mengaku sudah lebih dari satu jam terjebak di tengah kepadatan lalu lintas tersebut. Ia baru mengetahui penyebab kemacetan setelah mendapat informasi dari pengendara lain yang datang dari arah berlawanan.
“Sudah lebih dari satu jam saya di sini dan hampir tidak bergerak sama sekali. Setelah dapat informasi dari pengendara lain, ternyata lampu perempatan di depan mati akibat listrik padam,” ujarnya.

Kemacetan di Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (6/6/2026) sore. (foto: ari/mistar)
Suara klakson yang bersahut-sahutan di lokasi. Sejumlah pengendara terlihat kehilangan kesabaran akibat kemacetan yang tak kunjung terurai.
“Ini lah Medan, tidak ada yang mau mengalah di perempatan itu. Akhirnya semua saling mengunci dan macetnya tidak selesai-selesai. Polisi dan petugas Dishub tidak terlihat. Ada lebih dari 5 kilometer macetnya, karena dari Simpang Manhattan sudah padat,” kata pria berkulit sawo matang tersebut.
Di tengah kekacauan lalu lintas, sejumlah warga sekitar justru turun tangan membantu mengatur kendaraan secara sukarela. Salah satunya Syaiful, yang akrab disapa Wak Ipol.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban itu mengatakan kemacetan mulai terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB dan terus memburuk hingga sore hari.
“Sudah dari jam tiga sore tadi macet di sini. Kacau memang kondisinya. Kalau tidak kami bantu mengatur kendaraan, mungkin kemacetannya lebih parah lagi,” tuturnya.























