Rupiah Anjlok, FPM-SU Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menkeu dan BI

Ketua FPM-SU, Ilham Budiman Panggabean (paling kanan). (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FPM-SU) mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Menteri Keuangan (Menkeu) dan Bank Indonesia (BI) buntut makin anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Diketahui, saat ini 1 dolar AS setara dengan Rp17.842. Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus mengalami penurunan dan hari ini menjadi nilai tukar terendah sepanjang sejarah.
"Rupiah makin terpuruk, kami mendesak Presiden Prabowo segera mengevaluasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI. Jika tidak mampu mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah ini, lebih baik mundur saja," kata Ketua FPM-SU, Ilham Budiman Panggabean dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Ilham merasa prihatin dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus tertekan. Menurutnya, situasi tersebut mengindikasikan pengelolaan ekonomi nasional sedang tidak baik-baik saja.
"Ketika rupiah terus melemah, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat melalui naiknya harga barang-barang, biaya produksi mengalami peningkatan, dan daya beli masyarakat menurun," ujarnya.
Ia meminta pemerintah melalui Kemenkeu dan BI segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi saat ini.
"Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara juga tidak kalah pentingnya. Setiap rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada hakikatnya adalah uang rakyat. Tentu uang tersebut harus digunakan secara tepat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.
Ilham menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin dan pengambil kebijakan yang bekerja dengan menunjukkan hasil, bukan sekadar retorika. Kata dia, Presiden harus berani mengambil sikap demi kepentingan rakyat dan masa depan ekonomi.























