Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
MEDAN

Riza Fakhrumi Tahir Sebut Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji Pengkhianat

Mistar.idSabtu, 20 Desember 2025 pukul 17.19 WIB
riza_fakhrumi_tahir_sebut_bahlil_lahadalia_dan_muhammad_sarmuji_pengkhianat

Musa Rajekshah (ljeck) bersama Wakil Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Wakil Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir, menanggapi dicopotnya Musa Rajekshah (ljeck) dari jabatan Ketua Golkar Sumatra Utara (Sumut).

Menurut Riza, keputusan itu karena adanya tiga orang pengkhianat di dalam partai. Ketiga pengkhianat yang dimaksud Riza adalah Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Sekjen Muhammad Sarmuji, dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

"Bahlil, Sarmuji, dan Doli adalah pengkhianat Golkar. Mereka tidak lagi bekerja untuk kepentingan Golkar, tetapi melayani kepentingan partai lain. Mereka tidak layak berada di puncak pimpinan," ucapnya pada wartawan, Sabtu (20/12/2025).

Menurutnya, pencopotan Ijeck adalah pesanan politik dari mantan Presiden RI, Joko Widodo, demi kepentingan menantunya, Bobby Nasution, di kontestasi politik di masa mendatang.

"Ijeck dengan Golkar adalah instrumen demokrasi yang terbukti kuat dan sulit dikalahkan, baik di Pileg maupun Pilgub Sumut. Maka, satu-satunya cara melemahkan Golkar adalah dengan menyingkirkan Ijeck terlebih dulu, lalu menggantinya dengan figur lemah yang bisa dijadikan boneka,” katanya.

Pada akhirnya, keputusan ini bertujuan membuka jalan bagi Hendrianto Sitorus, selaku calon Ketua Golkar yang disebut-sebut juga sebagai figur titipan Bobby Nasution.

"Ini bukan hanya soal Sumut. Ini skenario besar. Kalau Golkar berhasil dilemahkan di Sumut, maka pola yang sama akan diterapkan secara nasional. Golkar bisa tenggelam," tuturnya.

Di bawah kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji, posisi Golkar berada dalam kondisi paling rawan dan berbahaya sejak era reformasi. Ini akan menjadi ancaman degradasi serius pada Pemilu mendatang.

Kemudian, Riza menyebutkan bahwa Ahmad Doli Kurnia Tanjung tengah memanfaatkan situasi ketika Bahlil dan Sarmuji berada dalam tekanan politik untuk memecat ljeck.

Ini terjadi sejak Musda ulang Golkar Sumut 2020. Dimana, saat itu Ijeck kembali terpilih sebagai ketua. Sejak dari sana, Riza mengatakan bahwa Doli terus berupaya menyingkirkannya. Sayangnya selalu gagal hingga muncul momentum politik saat ini.

"Dengan memecat ljeck, mereka bertiga berkonspirasi mengkhianati kepentingan Golkar di Sumut," tuturnya.

Ia turut mendesak para tokoh dan sesepuh Golkar seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan Airlangga Hartarto agar turun tangan menyelamatkan partai berlambang pohon beringin itu.

"Jangan anggap sepele kasus ljeck. Apa yang terjadi di Sumut bisa menjadi preseden nasional. Jika misi ini berhasil, maka pelemahan Golkar di seluruh Indonesia hanya soal waktu," katanya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN