34.5 C
New York
Wednesday, July 17, 2024

Preman Modus Jukir Kembali Tunjukkan Arogansinya di Medan

Medan, MISTAR.ID  – Seorang pria yang mengaku menjadi juru parkir (jukir) berinisial IMS sempat terlibat perdebatan dengan salah seorang pengunjung, Pentus (34), Rabu (31/5/23). IMS sendiri ketika itu tampak tidak mengenakan kartu identitas maupun baju seragam jukir.

Perdebatan IMS dengan salah seorang pengunjung, bermula ketika Pentus yang baru tiba di Kantor Satpas tersebut langsung diminta membayar uang parkir. Padahal, sepeda motor yang dikendarainya belum sempat dimatikan, apalagi diparkirkan.

Baca Juga: Dishub Medan Imbau Jukir Patuhi Aturan yang Berlaku

Merasa diperlakukan tidak wajar, Pentus pun mempertanyakan legalitas IMS sebagai jukir di lokasi tersebut. Bukannya mendapat penjelasan yang semestinya, IMS dengan arogannya malah menempelkan karcis parkir ke wajah Pentus.

“Saya baru sampai bang, belum pun cagak kereta saya sandarkan, sudah diminta uang parkir. Saya pun menanyakan legalitasnya. Namun jukir itu malah marah dan langsung menempelkan karcis itu ke arah muka saya,” ujar Pentus kepada mistar.id, Jumat (2/5/23).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, saat dikonfimasi mistar.id lewat telepon seluler, Jumat (2/6/23) terkait status jukir tersebut mengatakan lahan parkir di kawasan itu tidak dikelola Dinas Perhubungan.

Baca Juga: Dua Pemuda Nyaris Tewas Ditikam Jukir Wahana Permainan Aksara Park

“Bukan Dishub yang tangani parkir itu bang. Itu ranahnya di PD Perdagangan Kota Medan,“ ujar Iswar Lubis dari seberang.

Tak hanya perlakuan jukir yang kerap membuat jengkel pengunjung. Pantauan mistar,id, Jumat (2/6/2023) di seputaran Kantor Satpas tampak sejumlah pria berperawakan sangar yang kerap menawarkan jasa pembuatan SIM  ‘ekspres’.

“Sini bang, saya uruskan SIM abang kalau mau cepat siap. Abang mau ngurus SIM perpanjangan pun bisa kami yang urus,“ ucap pria yang tak diketahui namanya itu kepada wartawan.

Baca Juga: Tahun 2017, AKBP AH Pernah Dilaporkan Kasus Penganiayaan Jukir

Menurut salah seorang pengunjung, Imas (40), keberadaan calo yang menawarkan jasa pengurusan SIM ‘ekspres’ ini malah membuat mereka merasa tak  nyaman. “Tak nyaman ditanya-tanya bang,” kata Imas. (Saferius/hm20)

Related Articles

Latest Articles