Pengawasan di Kecamatan Medan Amplas, BPOM Belum Temukan Takjil Berbahaya

Sejumlah petugas BBPOM Medan saat mengambil sampel dan menguji sampel takjil di Kecamatan Medan Amplas. (foto: Berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan kembali melanjutkan melakukan pengawasan berbagai jenis olahan makanan dan takjil, di Kecamatan Medan Amplas, pada Rabu (4/3/2026) sore.
Ketua Tim KLB-Spinker BBPOM Medan, Reinhard Hiskia Sianipar mengatakan dalam mengantisipasi pangan berbahaya, pihaknya melakukan pengawasan intensifikasi pangan takjil untuk berbuka puasa di Medan Amplas.
"Tadi kita mulai bergerak dari Pasar Simpang Limun, kemudian menelusuri sepanjang Jalan Sisingamangaraja sampai ke daerah Amplas hingga Jalan Panglima Denai," ujarnya kepada Mistar.
Reinhard mengatakan BPOM Medan telah mengumpulkan beberapa jenis sampel makanan dan minuman takjil berjumlah 21 sampel, yang berasal kurang lebih dari enam pedagang.
"Adapun yang menjadi target untuk sampling pengujian BBPOM Medan seperti jenis lengkong, ada mie kuning, ikan teri, kemudian kue-kue basah, es buah dan lainnya," katanya.
Dia memastikan pengawasan intensifikasi pangan takjil yang dilakukan di wilayah Kecamatan Medan Amplas, dari beberapa sampel yang diperiksa hasilnya adalah aman dikonsumsi oleh masyarakat.
"Jadi hasil yang kita lihat tadi dari pengujian sampel, semua (sampel) itu memenuhi syarat, artinya bebas dari bahan berbahaya, baik methanil yellow, rhodamin, formalin hingga boraks," tuturnya.
Fokus perhatian BPOM Medan, dikatakan Reinhard, tertuju pada empat bahan berbahaya tadi seperti rhodamin B dan juga methanil yellow yang digunakan untuk pewarna tekstil.
Ia pun menegaskan jika, pewarna itu tidak digunakan untuk makanan, sama halnya dengan borax juga bukan di peruntukan untuk makanan yang kerap disalahgunakan pedagang.
"Jadi borax bisa berfungsi mengawetkan dan membuat rasa kenyal pada makanan lontong atau makanan-makanan lainnya. Formalin juga untuk membuat makanan jadi tahan lama," ucapnya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















