Naela, Jemaah Haji Termuda Kloter 15, Wujudkan Impian dari Hasil Jualan Es Dawet

Jemaah haji termuda asal Deli Serdang, Naela Uktuvia Rangkuti (19), bersama ibundanya Luluk Ima Kharidah dan keluarganya di Asrama Haji Medan. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Di antara ratusan jemaah calon haji yang memadati Asrama Haji Medan, sosok Naela Uktuvia Rangkuti mencuri perhatian. Gadis berusia 19 tahun itu tercatat sebagai jemaah haji termuda di Kloter 15 setelah menanti selama delapan tahun untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Keberangkatan Naela bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari kesabaran dan ikhtiar panjang kedua orang tuanya yang gigih menabung dari hasil berjualan es dawet.
Naela menceritakan, niat untuk berangkat haji sudah tertanam sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Dukungan penuh dari orang tuanya membuat Naela didaftarkan sebagai calon jemaah haji pada tahun 2018, saat usianya baru menginjak 11 tahun.
“Alhamdulillah, kurang lebih delapan tahun saya sudah menabung dan mendaftar pada tahun 2018. Menabungnya dibantu Mama dan Ayah,” kata Naela dengan rona bahagia di wajahnya, Kamis (7/5/2026).
Kini, di usia 19 tahun, mahasiswi tersebut akhirnya berangkat bersama tiga anggota keluarganya.
“Senang sekali, bahagia bisa bareng keluarga karena ini impian kami bersama untuk berangkat satu keluarga,” tambahnya.
Di balik keberhasilan keluarga itu berangkat haji, ada perjuangan luar biasa dari sang ibu, Luluk Ima Kharidah. Warga Dusun V, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, itu mengaku biaya haji untuk empat orang anggota keluarganya berasal dari pendapatan suaminya dan usaha berjualan es dawet.
Luluk menceritakan betapa berat proses menabung yang mereka jalani. Ia memulai usahanya saat harga es dawet masih Rp1.500 per gelas hingga kini menjadi Rp3.000 per gelas.
“Insyaallah ini hasil jualan kami dari es dawet. Prosesnya sangat berat, ujian sangat banyak, tapi saya yakin setiap ujian pasti ada hikmahnya. Dengan mencari nafkah yang betul-betul halal, Allah mengabulkan keinginan kami membawa keluarga ke Tanah Suci,” ucap Luluk penuh haru.
Sang suami yang merupakan ASN di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kota Medan turut mendukung penuh ikhtiar Luluk dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari usaha mereka.
Bagi Luluk, keberangkatan sekeluarga itu menjadi bukti kekuatan doa dan keyakinan. Ia pun berpesan kepada masyarakat yang memiliki impian serupa agar tidak pernah menyerah.
“Bawalah keluarga walaupun itu terasa tidak mungkin, tapi semua pasti mungkin kalau kita yakin. Allah pasti mengabulkan permintaan kita selama ada niat yang baik,” ujarnya.
Keluarga yang tinggal di Gang Randu, Tembung, itu dijadwalkan bertolak ke Arab Saudi pada Jumat (8/5/2026).
Naela berharap seluruh keluarganya diberi kesehatan, keikhlasan dalam menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
BERITA TERPOPULER
























