Lapas Tanjung Gusta Medan Panen 40 Kg Kangkung Hasil Budi Daya Napi

Petugas Lapas Medan saat memanen kangkung seberat 40 kg. (Foto: Dok. Lapas Medan)
Medan, MISTAR.ID
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan memanen kangkung seberat 40 kg. Kangkung merupakan hasil budi daya para narapidana (napi) yang ditanam di lahan pembinaan Lapas Medan.
Kepala Lapas Medan, Fonika Affandi, mengatakan penanaman kangkung bagian dari program pembinaan kemandirian bagi napi. Selain itu, aktivitas bercocok tanam tersebut juga untuk ketahanan pangan.
"Kegiatan ini diberi nama Panen Program Ketahanan Pangan yang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus pemberdayaan napi. Program ini melibatkan napi yang telah melalui tahapan pembinaan dan pelatihan pertanian secara terstruktur," katanya dalam keterangan pers diterima Mistar, Rabu (25/2/2026).
Fonika menjelaskan, aktivitas ini bukan sekadar pertanian biasa, akan tetapi juga bagian strategi pembinaan berkelanjutan dengan tujuan pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, dan penanaman nilai kedisiplinan serta tanggung jawab.
"Program ini kami rancang sebagai sarana pembinaan produktif. Napi tidak hanya belajar bercocok tanam, melainkan juga belajar tentang proses, tanggung jawab, dan hasil dari kerja keras mereka," ucapnya.
Ia pun menjelaskan, hasil panen kangkung 40 kg akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas Medan. Menurut Fonika, program ketahanan pangan ini berhasil dengan dibuktikan kangkung yang subur.
"Hasil 40 kg kangkung ini menjadi indikator bahwa optimalisasi lahan berhasil dan menjadi bukti pembinaan berjalan efektif dan berkelanjutan. Panen ini juga menjadi sarana pembelajaran manajemen produksi bagi para napi," ujarnya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Berdaya Saing Nasional, Pemko Medan Terima Sertifikat IDSD 2025






















