Lambok Simamora Dorong Percepatan Pemulihan di Humbahas

Anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara (Sumut), Lambok Andreas Simamora. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara (Sumut), Lambok Andreas Simamora, mengungkapkan kondisi jalan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) masih terputus akibat bencana longsor dan banjir bandang.
Ia menyampaikan, saat ini Kabupaten Humbahas dalam status waspada. Sejumlah masyarakat masih mengungsi karena banyaknya rumah yang hancur.
“Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parag adalah satu dusun di Desa Batu Sadas Godang yang dihuni 62 KK dan dilaporkan hancur akibat terjangan material longsor dan banjir bandang,” katanya pada Mistar saat dihubungi, Selasa (9/12/2025).
Politisi Hanura itu mengatakan, saat ini kondisi akses di Humbahas masih tertutup. Pasalnya, hal itu sangat menghambat mobilitas masyarakat dalam melaksanakan aktivitas, khususnya perekonomian.
“Kita mendorong percepatan pembukaan akses yang hingga saat ini masih tertutup. Saat ini Pemkab sedang melakukan pemulihan akses, beberapa titik yang tertutup itu seperti jalan lintas utama dan beberapa aliran sungai yang terdampak,” katanya.
Ia menekankan, saat ini masyarakat di Humbahas sangat membutuhkan bantuan medis seperti obat-obatan, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan logistik pangan bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Mereka masih mengungsi, mau pulang ke rumah juga sudah tidak bisa, karena rumahnya sudah hancur semua. Jadi kita mendorong pemerintah dan masyarakat Indonesia membantulah, sembari menanti rencana pemerintah pusat memberikan bantuan Rp60 juta per KK yang tertimpa musibah,” tuturnya.
Gerakan Solidaritas Bencana, Ciptakan Festival Kebudayaan
Selain itu, Lambok menyampaikan bahwa komunitas yang ia bina yakni Spartan Toba akan menggelar Festival Kebudayaan Hutanamartua Fest pada 13-14 Desember 2025 sebagai bentuk gerakan solidaritas bencana.
“Pagelaran budaya yang diinisiasi warga Bakkara ini mengangkat tema gotong royong, dimana setiap warga nantinya akan diimbau membawa satu takar beras untuk disalurkan sebagai bantuan korban bencana,” ucapnya.
Ia menjelaskan, mulanya kegiatan tersebut sudah diinisiasi sejak beberapa waktu lalu untuk mengenang bencana serupa pada tiga tahun lalu yang menelan 13 korban jiwa.
“Namun, kali ini akan kami selaraskan untuk membantu warga terdampak bencana di Humbahas,” ujar Lambok.
Lebih lanjut, iya menyampaikan bahwa pada kegiatan festival kebudayaan tersebut, pihaknya akan melakukan upaya pemulihan lingkungan dengan gerakan menanam pohon, yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Penanaman akan difokuskan pada area lereng dan titik-titik rawan bencana di Humbahas. Upaya kolaborasi ini kita harapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus menguatkan mitigasi bencana di kawasan Humbahas,” katanya mengakhiri. (hm20)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























