KUA Medan Perjuangan Sajikan Kue Lebaran, Pelayanan Publik Makin Ramah

Pelayanan publik di KUA Medan Perjuangan tampil dengan suasana berbeda pasca Lebaran (foto: istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pelayanan publik di Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Perjuangan tampil lebih hangat pasca Lebaran. Warga yang datang untuk urusan administrasi kini disambut dengan aneka kue khas Idulfitri, menciptakan suasana birokrasi yang lebih cair dan bersahabat.
Di ruang tunggu, aroma mentega dan gula halus dari nastar serta putri salju menguar, sementara petugas menyapa warga dengan senyum ramah, menggantikan kesan kaku yang biasanya melekat pada kantor pemerintahan.
Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, menyebut inisiatif ini sebagai upaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi warga.
“Kami ingin mengoptimalkan layanan pasca-libur dengan sesuatu yang berbeda, salah satunya dengan menyajikan kue Lebaran ini. Jadi kekeluargaannya lebih terasa,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ramlan menegaskan, KUA berupaya menghapus stigma kantor pemerintah yang tegang, dengan menghadirkan suasana inklusif di ruang tunggu. Kehadiran kue menjadi simbol keterbukaan bagi semua warga.
Praktik ini juga didukung staf yang tidak hanya fokus pada pemeriksaan berkas pernikahan atau konsultasi keagamaan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan ini membuat pelayanan lebih hidup dan bersahabat.
Respons positif datang dari warga. Fatma, calon pengantin, menilai inisiatif tersebut memberi kesan berbeda terhadap pelayanan pemerintah. “Sajian kue Lebaran ini inspiratif karena mampu mendekatkan KUA dengan masyarakat. Semoga suasana seperti ini tidak hanya hadir saat Lebaran,” ucapnya.
Ramlan meyakini suasana nyaman akan membuat komunikasi antara petugas dan warga lebih efektif. “KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan nikah, tetapi juga ruang solusi bagi masyarakat. Semangat inklusivitas terus kita dorong agar tidak ada sekat antara birokrasi dan warga,” pungkasnya.
BERITA TERPOPULER



















