Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

DPRD Sumut Soroti Minimnya Alat Berat PUPR untuk Pemulihan Pascabencana

Mistar.idSabtu, 13 Desember 2025 16.06
AN
MA
dprd_sumut_soroti_minimnya_alat_berat_pupr_untuk_pemulihan_pascabencana_

Satu unit mobil terperosok menghantam Masjid pascabencana banjir bandang di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel, Jumat (28/11/2025). (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara (Sumut), Mangapul Purba, menyoroti minimnya ketersediaan alat berat dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

Menurutnya, peralatan yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut saat ini tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan di lapangan, khususnya dalam proses pembersihan sisa material bencana longsor dan banjir bandang.

“Jumlah alat berat dari PUPR Sumut saya yakin tidak mencukupi,” kata anggota Komisi D DPRD Sumut itu kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).

Ia menilai, alternatif seperti menyewa alat berat, menerima dukungan donasi, atau opsi teknis lainnya dalam melakukan upaya pemulihan harus segera dipertimbangkan agar penanganan bencana tidak terhambat.

Mangapul juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengambil langkah strategis, termasuk menambah jumlah alat berat melalui berbagai skema.

“Seharusnya Pemprovsu melakukan kebijakan penambahan alat berat, apakah itu melalui sewa, donasi, atau mekanisme lain. Kalau hanya mengandalkan alat yang ada di Pemprov, saya jamin itu tidak cukup,” ucapnya tegas.

Menanggapi masih tertutupnya sejumlah akses jalan dan fasilitas umum akibat longsor dan kerusakan lainnya, politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya kehadiran alat berat untuk mengatasi persoalan tersebut secara optimal.

Menurutnya, penyediaan armada yang memadai merupakan kebutuhan utama dan mendesak guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Logikanya, akses yang tertutup hanya bisa dibuka menggunakan alat berat. Jadi harus dicari solusi teknisnya. Kalau ada kendala, berarti kita harus menemukan alternatif yang memungkinkan,” ujarnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN