DPRD Sumut Desak Kacabdis Aktif Monitoring Bantuan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Dameria Pangaribuan. (Foto: Istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Dameria Pangaribuan, mendesak seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) di kabupaten/kota untuk aktif melakukan monitoring terhadap pelaksanaan bantuan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana di wilayah Sumut.
Politisi dari PDI Perjuangan tersebut menegaskan pengawasan yang ketat menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan mampu mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar.
“Seluruh Kacabdis di Sumut harus memastikan proses revitalisasi berjalan dengan baik, sesuai aturan, dan tepat waktu, sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali optimal,” ujarnya pada Mistar saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, monitoring tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga harus mencakup kondisi fisik pembangunan di lapangan. Hal ini penting untuk menghindari potensi penyimpangan serta memastikan kualitas fasilitas pendidikan yang dibangun.
“Kita ingin distribusi bantuan revitalisasi sekolah ini dapat terlaksana secara tetap sasaran. Jangan sampai generasi kita terhambat menempuh pendidikan hanya karena keterbatasan fasilitas pendidikan yang memadai,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data dari Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendiksadmen), program bantuan revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatera Utara mencakup ratusan satuan pendidikan.
“Untuk jenjang PAUD hingga SMP tercatat sebanyak 511 sekolah menerima bantuan, sementara untuk jenjang SMA/SMK sebanyak 37 sekolah,” kata Wakil Ketua PDI Perjuangan Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi.
Dengan jumlah penerima yang cukup besar, ia menilai peran Kacabdis menjadi sangat strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah provinsi dalam memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.
“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana kita menjamin anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman pascabencana,” ucapnya.
Ia berharap, melalui pengawasan yang maksimal, bantuan dari pemerintah pusat tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan sektor pendidikan di daerah-daerah terdampak bencana di Sumatera Utara.






















