Sunday, September 27, 2026
home_banner_first
MEDAN

DPRD Medan Soroti Peran Pancasila dalam Menjaga Kerukunan Masyarakat

Mistar.idMinggu, 27 September 2026 pukul 16.13 WIB
dprd_medan_soroti_peran_pancasila_dalam_menjaga_kerukunan_masyarakat

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pasar 2 Gang Keluarga, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang. (foto: Markus/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kota Medan merupakan salah satu wilayah dengan kerukunan umat beragama yang baik di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pasar 2 Gang Keluarga, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (27/9/2026).

"Alhamdulillah, Pancasila berjalan baik di Kota Medan. Sampai hari ini, masyarakat Kota Medan hidup rukun meskipun kita berbeda agama maupun suku. Inilah bukti bahwa Pancasila mampu menjaga masyarakat dari perpecahan," ucap Dimas.

Meski angka kriminalitas di Kota Medan cukup tinggi, Dimas menilai pertikaian yang disebabkan perbedaan agama maupun suku terbilang sangat minim terjadi di Kota Medan.

"Persatuan ini harus terus kita jaga. Pancasila harus terus kita junjung tinggi, kita amalkan, dan kita tanamkan nilai-nilainya kepada generasi muda," pesannya.

Sebelumnya, Dr Alwi Dahlan Ritonga, S.I.P., M.I.Pol., menyampaikan bahwa Kota Medan merupakan salah satu kota paling majemuk di Indonesia.

"Kota Medan ini kota yang tersusun dari berbagai macam suku dan agama. Berdasarkan sosiologi dan antropologi, Kota Medan ini tidak ada budaya dominan karena bercampurnya semua suku. Kita semua hidup rukun dan damai. Keributan yang ada bukan disebabkan oleh perbedaan agama maupun suku, tetapi karena hal-hal lainnya," katanya.

Secara statistik, sambung Alwi, Kota Medan yang notabene disebut sebagai Tanah Melayu justru didominasi masyarakat bersuku Jawa. Selain itu, Kota Medan juga kental dengan budaya Batak, Karo, hingga Tionghoa.

"Penduduk dominan Kota Medan itu adalah suku Jawa. Padahal, Kota Medan disebut negeri Melayu. Kota Medan ini termasuk salah satu kota paling rukun di Indonesia. Ini harus terus kita jaga," imbaunya.

Alwi menegaskan, warga Kota Medan harus terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Sebab, saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Teruslah bersatu, saling menghargai, saling menghormati, bersikap adil, menjunjung tinggi musyawarah, dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila lainnya. Hanya dengan Pancasila, kita semua tetap hidup dalam kerukunan," pungkasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN