Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
MEDAN

DPRD Dorong RS Khusus Mata Sumut Direvitalisasi, Fasilitas Dampak Banjir Jadi Sorotan

Mistar.idKamis, 16 April 2026 10.39
journalist-avatar-top
MA
dprd_dorong_rs_khusus_mata_sumut_direvitalisasi_fasilitas_dampak_banjir_jadi_sorotan

Ketua Komisi E DPRD Sumut, HM Subandi saat memberikan keterangan. (Foto: Ari/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), HM Subandi, menekankan pentingnya revitalisasi Rumah Sakit (RS) Khusus Mata Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Kapten Sumarsono, Medan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan mata di Sumatera Utara selama ini masih banyak ditangani pihak swasta. Padahal, peluang pengembangan layanan oleh pemerintah daerah sangat besar dan perlu menjadi perhatian serius.

“Umumnya pelayanan ditangani swasta. Tapi ini peluang besar bagi Pemprov Sumut, karena rumah sakit mata sangat penting,” ujarnya pada Mistar, Kamis (16/4/2026).

Politisi Gerindra itu menegaskan indera penglihatan merupakan salah satu yang paling vital, sehingga keberadaan rumah sakit khusus mata dengan fasilitas memadai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Ia mendorong agar pemerintah segera melakukan revitalisasi menyeluruh, baik dari sisi bangunan maupun peralatan medis. Terlebih, kondisi rumah sakit saat ini juga terdampak banjir karena berada di kawasan dataran rendah.

“Gedung dan peralatannya harus diperbarui. Apalagi RS ini terdampak banjir, jadi harus menjadi program prioritas,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar revitalisasi dimasukkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) dengan estimasi kebutuhan sekitar Rp20 miliar.

Anggaran tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pembenahan infrastruktur, peningkatan fasilitas, hingga pengadaan alat kesehatan modern.

“Kalau boleh rumah sakit mata itu di P-APBD sekitar 20 miliar harus disiapkan untuk ke situ, karena itu dataran rendah dan harus direvitalisasi agar air tidak turun ke situ karena itu rendah. Itu perhitungan sementara, tentu ahlinya nanti bisa menghitung,” katanya.

Selain itu, Subandi juga menyoroti keterbatasan fasilitas rawat inap di rumah sakit tersebut. Ia menyebut, minimnya tempat tidur membuat pasien yang telah menjalani tindakan operasi sering kali langsung dipulangkan tanpa masa istirahat yang memadai.

“Harusnya pasien bisa istirahat dulu setelah operasi, minimal beberapa jam. Tapi karena keterbatasan tempat tidur, mereka langsung dipulangkan,” ujarnya.

Ia menilai, jika fasilitas dan layanan ditingkatkan, RS Khusus Mata Sumut berpotensi menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan jumlah pasien dan kualitas layanan.

“Jadi RS mata ini bisa jadi sumber PAD kita karena selama ini, tempat tidur aja di situ, orang kalau siap operasi langsung disuruh pulang, karena tidak ada tempat tidur, harusnya disuruh istirahat dulu, rebahan dulu paling tidak ya beberapa jam lah,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN