Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Bulog Sumut Siagakan 73 Ribu Ton Beras Khusus di Wilayah Terdampak Bencana

Mistar.idRabu, 31 Desember 2025 14.24
EH
AA
bulog_sumut_siagakan_73_ribu_ton_beras_khusus_di_wilayah_terdampak_bencana

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto (tengah). (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatra Utara (Sumut) menyiagakan 73.000 ton beras di 35 unit gudang yang tersebar di 18 titik wilayah terdampak bencana, termasuk Sibolga dan Tapanuli Tengah. Sedangkan stok beras untuk seluruh wilayah Sumut mencapai 42.000 ton.

Secara rinci total alokasi beras untuk 1,8 juta warga terdampak bencana di Sumut sebanyak 6.527 ton. Kemudian, sebanyak 4.551 ton telah disalurkan kepada 1,3 juta jiwa.

“Sisanya yang 1.976 ton masih ada di gudang Bulog dan setiap saat bisa disalurkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, Rabu (31/12/2025).

Mengingat sulitnya akses darat menuju lokasi bencana, Bulog Sumut menjalin kolaborasi erat dengan BPBD, Pemprov Sumut, serta jajaran TNI. Pengiriman bantuan beras ke wilayah Provinsi Aceh, seperti ke Aceh Tamiang sebanyak 90 ton, Takengon 200 ton, dan Gayo Lues 50 ton.

Hal tersebut dilakukan melalui jalur udara dengan bantuan TNI AU di Lanud Soewondo. Selain itu, penyaluran 40 ton beras ke wilayah Langsa dilakukan melalui jalur laut dengan dukungan TNI AL melalui Kodaeral I Belawan.

Budi menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana pergudangan yang memadai memudahkan Bulog dalam menjangkau wilayah-wilayah sulit tersebut demi menjamin ketahanan pangan bagi warga yang tertimpa musibah.

Beras CBP yang dikelola Bulog juga terus disalurkan untuk program Bantuan Pangan (Banpang) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Berdasarkan data terbaru, bantuan pangan untuk periode Oktober hingga November 2025 telah tuntas disalurkan kepada 757.680 penerima manfaat di seluruh Sumut. Bulog berkomitmen akan terus melaporkan evaluasi pasokan dan harga setiap sore dari delapan kantor cabang untuk memetakan kebutuhan pangan pedagang dan masyarakat secara akurat," ucapnya.

Selain itu, Bulog juga memastikan pasokan dan harga bahan pangan pokok, khususnya beras, minyak goreng, dan gula pasir, tetap terkendali di tengah tantangan ganda bencana alam dan lonjakan permintaan menjelang Tahun Baru 2026.

Budi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif di berbagai pasar strategis, termasuk Pasar Sukaramai Medan yang menjadi tolok ukur inflasi nasional.

Pemilihan Pasar Sukaramai didasarkan pada signifikansinya sebagai pasar pilihan masyarakat yang datanya dicatat oleh Kementerian Perdagangan, BPS, hingga Bank Indonesia.

Bulog mendapatkan mandat khusus untuk memonitor perkembangan pasokan dan harga setiap hari sejak 22 Desember 2024 guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama karena adanya potensi gangguan jalur logistik akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumut.

“Tugas utama kami adalah memastikan bahwa cadangan pangan milik pemerintah ini bisa didistribusikan ke seluruh masyarakat. Jadi, bukan orientasinya hanya datang ke pasar untuk pencatatan inflasi dan menitipkan produk, tetapi kami memastikan produk pemerintah ini bisa diakses seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. (Amita)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN