BNPB Targetkan 1.049 Huntara di Sumut Rampung Akhir Januari 2026

Kepala BNPB Suharyanto tengah) ketika mengikuti Rapat Kordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumut. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh Hunian Sementara (Huntara) di Sumatera Utara (Sumut) selesai pembangunannya pada akhir Januari 2026 ini. Ada tiga daerah yang akan dibangun Huntara yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Suharyanto ketika mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/1/2025) kemarin sore.
Suharyanto mengatakan target rampung pada akhir bulan ini diberikan agar para pengungsi bencana alam tidak lagi berada di pengungsian pada bulan Ramadan di pertengahan Februari mendatang.
"Tidak ada lagi puasa nanti masih ada yang tinggal di pengungsian. Semua sudah di Huntara. Ada 1.049 Huntara yang akan dibangun di Sumut, 40 unit di Taput, 209 di Tapteng, dan 800 di Tapsel," ujarnya.
Baca Juga: Apresiasi Huntara, DPRD Sumut Dorong Pemerintah Segera Wujudkan Hunian Permanen Pascabencana
Suharyanto mengatakan meskipun saat ini sudah masuk masa transisi, pemerintah tetap berkomitmen untuk membantu keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.
"Meskipun status bencana sudah dicabut, kami akan tetap membantu dalam pemulihan. Semua sudah di Huntara nanti ketika puasa. Atau bisa juga menyewa rumah atau mungkin di rumah saudaranya yang biayanya kita tanggung melalui Dana Hunian Tunggu atau DTH," tuturnya.
Ia pun mengatakan pemerintah akan menanggung DTH bagi masyarakat yang tidak mengambil Huntara sebesar Rp600 ribu per bulan. Suharyanto juga mengatakan ada tanggungan lainnya seperti pengganti isi rumah dan modal usaha.
"Kita juga sediakan Rp600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi. Kemudian Rp3 juta untuk pengganti isi rumah serta Rp5 juta yang bisa dipergunakan untuk modal usaha bagi pengusaha yang terdampak," katanya.













