Antrean BBM Mengular di Medan, Pembelian Pertalite Dibatasi Rp100 Ribu per Motor

Situasi Gas Station Pertamina 14.201.115 Jalan Letjen Suprapto No.6, Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. (foto:amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Isu kelangkaan dan rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) memicu fenomena antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan.
Pantauan di lapangan menunjukkan mulai diberlakukannya pembatasan pembelian untuk jenis BBM bersubsidi (Pertalite), sementara stok BBM nonsubsidi terpantau masih aman tanpa pembatasan.
Di SPBU Pertamina 14.201.115 yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Medan Maimun, petugas mulai memperketat aturan pengisian BBM. Untuk kendaraan roda dua, pembelian Pertalite kini dibatasi maksimal Rp100.000 per motor.
"Untuk BBM nonsubsidi tidak ada pembatasan. Hanya Pertalite yang dibatasi, seperti sepeda motor maksimal Rp100.000, sedangkan untuk mobil pembatasannya mengikuti sistem pemindaian barcode dari aplikasi MyPertamina," kata salah seorang petugas SPBU, Rabu (1/4/2026).
Kondisi antrean yang mengular dalam beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan warga yang sangat bergantung pada kendaraan untuk bekerja. Iwan, seorang penyedia jasa antar-jemput anak sekolah, mengaku kesulitan akibat aksi “rebutan” BBM oleh masyarakat.
"Heran juga sama warga pada rebutan minyak. Jadi yang benar-benar membutuhkan untuk kerja pun jadi susah kalau harus antre lama begini," ucap Iwan dengan nada kecewa.
Ia pun meminta sesama warga Kota Medan agar tidak terjebak dalam perilaku panic buying yang justru akan memperkeruh distribusi di lapangan. Menurutnya, stok akan tetap terjaga jika masyarakat membeli sesuai kebutuhan normal.
"Gak harus latah atau panic buying. Beli secukupnya saja, kalau habis baru isi lagi. Jangan memaksa sampai antre panjang sekali atau bahkan menimbun, itu yang bikin susah semua orang," ujarnya. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















