Aksi Heroik Staf Pertamina: Berenang Ratusan Meter Demi Pulihkan Komunikasi di Aceh Tamiang

Mas Baron dan tim yang diutus Pertamina EP Pangkalan Susu Field. (Foto: Pertamina Hulu Rokan Zona 1/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Di tengah sibuknya evakuasi udara menggunakan helikopter di wilayah terdampak banjir bandang Aceh Tamiang, terselip sebuah aksi heroik yang dilakukan Edi Syahroni, atau yang akrab disapa Mas Baron.
Staf IT dari Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field ini nekat berenang menembus banjir setinggi tiga meter demi mengembalikan jaringan komunikasi yang sempat lumpuh total. Kisah ini bermula saat kondisi di Aceh Tamiang kian mencekam.
Berdasarkan instruksi dari Field Manager PEP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, serta Pimpinan IT Officer, Joko Nazaruddin, Mas Baron bersama tim dikirim untuk membawa perangkat Starlink, laptop, dan bahan pangan ke lokasi bencana. Mereka bertolak menggunakan kapal LCT dari Dermaga Pangkalan Susu menuju Dermaga Serang Jaya, Aceh Tamiang.
"Hari kedua bencana banjir bandang, tepatnya Jumat (28/11/2025), kami diperintahkan membawa Starlink ke PEP Rantau Field agar komunikasi di sana tidak terputus," kenang Mas Baron, Jumat (26/12/2025).
Tantangan sesungguhnya muncul saat tim harus mencapai Gedung Crisis Center di Kompleks PEP Rantau Field. Akses darat yang terputus memaksa Mas Baron dan tim mengambil keputusan ekstrem dengan berenang ratusan meter sambil menjaga perangkat elektronik tetap aman di tengah air yang dalam.
"Dari Gudang Handak kami berenang membawa Starlink dan laptop menuju PEP Rantau Field. Ketinggian air masih sekira tiga meter. Bagaimana caranya Starlink ini harus sampai dan menyala," ucapnya.
Selama proses berenang yang melelahkan tersebut, ia mengaku sempat beristirahat tiga kali sebelum akhirnya berhasil mencapai lokasi pada Sabtu (29/11/2025). Begitu tiba, ia langsung memasang perangkat tersebut sehingga jalur komunikasi yang terputus sejak Kamis (27/11/2025) kembali berfungsi normal.

Mas Baron, satu dari sejumlah orang yang diutus Pertamina EP Pangkalan Susu Field menceritakan perjuangan menembus banjir demi sampai di Pertamina EP Rantau Field. (Foto: Pertamina Hulu Rokan Zona 1)
Perjuangan Mas Baron mendapat apresiasi luar biasa dari General Manager (GM) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Hari Widodo. Menurutnya, pulihnya komunikasi adalah faktor krusial bagi keselamatan tim di lapangan serta kelancaran distribusi bantuan.
"Saya terakhir berkomunikasi dengan teman-teman Rantau Field pada Kamis (27/11/2025). Begitu tahu akses komunikasi sudah normal lewat perjuangan Mas Baron, saya merasa tenang. Adanya komunikasi membuat kerja distribusi sembako dan evakuasi jadi jauh lebih cepat," ujar Hari.
Keberhasilan Mas Baron menembus banjir tidak hanya memulihkan jaringan data, tetapi juga menjadi penyambung harapan bagi warga dan petugas di Aceh Tamiang untuk bergerak lebih efektif dalam menangani dampak bencana.






















