Perhitungan Kerugian Bencana Alam Sumut Sudah Mencapai Rp18 Triliun

Salah satu rumah di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan yang diterpa banjir bandang beberapa waktu lalu. (foto: iqbal/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemerintah Provinsi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui posko darurat bencana mengeluarkan data terbaru terkait bencana alam. Hingga saat ini perkiraan kerugian akibat bencana alam di Sumut sudah mencapai Rp18 triliun.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, merinci data kerugian dalam beberapa sektor seperti Infrastruktur, Ekonomi, Sosial dan Lintas Sektor.
"Dari beberapa sektor yang ada, total kerugian hingga yang sudah didata hingga hari ini sebesar Rp18,48 Triliun," ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Data perkiraan kerugian yang dialami akibat bencana alam ini diketahui meningkat. Pada pertengahan Desember lalu, kerugian yang didapati di Provinsi Sumut baru mencapai Rp17 Triliun.
Tuahta mengatakan data tersebut bersifat sementara dan bisa saja berubah ke depannya. "Seluruh data bersifat estimasi atau sementara dan akan terus update, ini bersumber dari data posko darurat bencana sumut," katanya.
Sementara itu, tercatat hingga saat ini ada 479.045 KK dan 1.803.549 jiwa yang terdampak dari bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu tersebut. Sebanyak 10.354 jiwa juga masih mengungsi hingga saat ini.













