Toge Panyabungan Boru Nasution Jadi Primadona Takjil Ramadan di Medan

Penjual Toge Panyabungan sebagai menu berbuka di Jalan Karya, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. (Foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Di tengah hiruk-pikuk perburuan takjil di Kota Medan, Toge Panyabungan khas Mandailing Natal tetap menjadi primadona yang tak tergoyahkan. Salah satu gerai yang paling diserbu adalah Toge Panyabungan Boru Nasution di Jalan Karya, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Kuliner khas Mandailing ini bukan sekadar minuman manis biasa, melainkan warisan turun-temurun yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Sakinah, putri pemilik Toge Panyabungan Boru Nasution yang kini membantu mengelola usaha tersebut, menjelaskan bahwa Toge Panyabungan memiliki komposisi yang jauh lebih kaya dibandingkan cendol pada umumnya.
Kekayaan isi inilah yang membuat pelanggan rela merogoh kocek Rp20.000 per porsi. Selain Toge Panyabungan, ia juga menjual jongkong yang dihargai Rp10.000 per bungkus.
"Kalau cendol biasa hanya pakai gula dan santan. Tapi kalau Toge Panyabungan campurannya lengkap; ada lupis, bubur, tape, candil, cendol, hingga gula merah asli," katanya kepada Mistar, Kamis (26/2/2026).
Nama Toge Panyabungan memang dibawa langsung dari Panyabungan oleh neneknya. Kini usaha tersebut sudah memasuki generasi kedua di tangan orang tuanya yang telah berjualan sekitar 25 tahun.
"Tapi kalau dihitung sejak zaman kakek-nenek dulu, sudah puluhan tahun lamanya," ucap Sakinah.
Rahasia kelezatan Toge Panyabungan Boru Nasution terletak pada bahan bakunya yang didatangkan langsung dari daerah asalnya. Sakinah menegaskan bahwa mereka tidak sembarangan dalam memilih gula merah agar aroma dan kekentalannya tetap terjaga sesuai resep asli keluarga.
"Gulanya asli dikirim dari Panyabungan. Itu yang membedakan, mulai dari wanginya, kekentalannya, hingga ciri khas rasa manisnya yang berbeda dari yang lain," ujarnya.
Selama bulan Ramadan, Sakinah mengungkapkan penjualan mengalami kenaikan drastis, bahkan bisa mencapai lima kali lipat dibandingkan hari biasa karena ramainya pembeli.
Kepopuleran kuliner ini pun menarik minat pembeli baru maupun pelanggan setia. Rafli, salah seorang warga yang baru pertama kali mencoba, mengaku penasaran setelah diajak rekannya untuk mencicipi menu khas Ramadan tersebut.
"Saya diajak teman beli Toge Panyabungan dan jongkong untuk buka puasa nanti. Jujur ini pertama kali saya merasakan Toge Panyabungan. Katanya ini menu wajib dan ciri khas buka puasa di Medan yang sangat enak, jadi saya langsung beli," tutur Rafli.
Sementara itu, Sasa, seorang pelanggan setia, menyebutkan bahwa Toge Panyabungan selalu menjadi menu wajib bagi keluarganya saat berbuka. Menurutnya, rasa gurih dan manis yang berpadu dengan tekstur lupis serta tape memberikan sensasi berbeda.
"Saya memang selalu beli Toge Panyabungan untuk buka puasa karena rasanya beda dan isinya lebih padat dari cendol biasa. Keluarga di rumah semua suka, bahkan kadang saya beli dalam jumlah banyak untuk acara buka bersama teman kantor," kata Sasa.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


















