Terlalu Lama Duduk Tingkatkan Risiko DBS

Ilustrasi terlalu lama duduk. (Foto: Axa)
Jakarta, MISTAR.ID
Terlalu lama duduk setiap hari dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya dead butt syndrome (DBS). Kondisi ini terjadi ketika otot gluteus atau bokong melemah dan menjadi kurang aktif. Akibatnya, fungsi penopang tubuh berpindah ke otot lain, terutama punggung bawah, yang akhirnya menanggung beban berlebihan.
Gejala yang kerap muncul meliputi nyeri atau rasa mati pada bokong, sakit di area pinggul, punggung bawah, hingga lutut. Selain itu, penderita juga bisa mengalami gangguan postur tubuh serta pola berjalan yang kurang ideal.
Mengutip Healthline, Selasa (5/1/2025), dead butt syndrome yang juga dikenal sebagai gluteal amnesia, merupakan kondisi ketika otot bokong melemah atau tidak bekerja optimal, umumnya dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama. Istilah ini tidak berarti otot benar-benar “mati”, melainkan hubungan antara otak dan otot melemah karena minimnya aktivitas, sehingga otot seolah kehilangan fungsinya.
Kondisi tersebut membuat otot gluteus medius tidak bekerja maksimal. Dampaknya, bagian tubuh lain seperti pinggul, punggung bawah, atau lutut harus mengompensasi, yang kemudian memicu rasa nyeri.
Merujuk WebMD, ketika otot glute gagal menjalankan peran stabilisasi saat beraktivitas atau berolahraga, risiko nyeri lutut kronis hingga cedera bisa meningkat. DBS dapat dialami oleh orang yang banyak duduk, individu aktif secara fisik, hingga mereka yang memiliki keluhan nyeri punggung atau lutut.
Profesor emeritus University of Waterloo, Stuart McGill, menjelaskan fenomena ini dalam penelitiannya pada 2013. Dalam studi tersebut, ia dan rekan-rekannya menggunakan istilah “amnesia gluteal” dan “inhibisi gluteal” secara bergantian.
McGill memperkenalkan istilah amnesia gluteal untuk menggambarkan perubahan pola gerak akibat rasa sakit.
“Pada orang dengan nyeri jangka panjang, pola denyut saraf yang didistribusikan ke otot dapat terganggu. Rasa sakit memicu jalur penghambatan, sehingga otak menemukan cara lain untuk melakukan hal dasar yang sama,” kata Stuart.
Latihan sederhana untuk membantu DBS
Beberapa gerakan ringan berikut dapat dilakukan untuk menjaga kekuatan dan kelenturan otot bokong, fleksor pinggul, serta sendi pinggul:
Berdiri dengan satu kaki di depan
Berdirilah dengan kaki kiri di depan kaki kanan. Tekuk sedikit kaki kanan, sementara kaki kiri tetap lurus. Condongkan tubuh perlahan dari pinggang hingga terasa tarikan pada hamstring kiri. Tahan sekitar 10 detik.
Squat
Latihan squat bermanfaat melatih otot paha, perut, betis, serta bokong. Berdiri dengan posisi kaki selebar bahu, lalu tekuk lutut perlahan hingga paha hampir sejajar lantai. Kembali ke posisi awal dan ulangi beberapa kali.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Tulang Sedari Muda
Mengangkat kaki
Berbaringlah di permukaan yang rata dan nyaman dengan kaki lurus. Angkat satu kaki secara perlahan setinggi mungkin tanpa menekuk lutut, rasakan kontraksi otot, lalu turunkan kembali. Ulangi gerakan secara bergantian.
Melakukan peregangan dan latihan ringan secara rutin dapat membantu mengaktifkan kembali otot glute serta mengurangi risiko gangguan akibat terlalu lama duduk. (hm20)






















