Monday, October 12, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Simalungun Belum Temukan Kasus Influenza A H3N2, Pemantauan Diperketat

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 15.27 WIB
simalungun_belum_temukan_kasus_influenza_a_h3n2_pemantauan_diperketat

Rakor Pencegahan Kesehatan dalam rangka mengantisipasi peningkatan tren kasus Influenza A Subklade H3N2, di Ruang Rapat Kantor Bupati Simalungun. (foto:indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (12/10/2026) – Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun belum menemukan kasus Influenza A Subklade H3N2. Pemantauan di lapangan tetap dilakukan, terutama terhadap anak-anak, menyusul peningkatan tren penyakit tersebut di Asia Tenggara.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, dr. Debora Haloho, menyampaikan hal itu dalam rapat di Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Senin (12/10/2026).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora itu membahas langkah pencegahan setelah Kementerian Kesehatan menginformasikan perkembangan H3N2 di kawasan Asia Tenggara.

Debora mengatakan, hingga saat ini belum ada kasus yang ditemukan di Simalungun. Meski begitu, petugas kesehatan tetap diminta mencermati kondisi masyarakat di setiap kecamatan.

Di hadapan peserta rapat, Mixnon meminta jajaran terkait tidak lengah hanya karena penyakit tersebut belum ditemukan di daerah itu.

"Meski saat ini belum ada kasus di Kabupaten Simalungun, kesiapsiagaan harus tetap dioptimalkan," ujarnya.

Rapat itu juga menghadirkan dua dokter spesialis dari RS Efarina, dr. Ade Baswin dan dr. Meviliani Sinaga.

Ade mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia menyarankan masyarakat menjalani pemeriksaan minimal setahun sekali, mulai dari tekanan darah, gula darah, profil lemak, hingga pemeriksaan darah dan urine.

Ia juga mengingatkan agar hasil pemeriksaan tidak dibiarkan begitu saja. Jika ditemukan masalah kesehatan, masyarakat perlu menindaklanjutinya dengan penanganan yang sesuai.

"Sehat itu adalah investasi, bukan sekadar harapan. Hasil pemeriksaan juga perlu ditindaklanjuti untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima," kata dr. Ade.

Sementara itu, Meviliani menjelaskan gejala dan cara mencegah penularan Influenza A Subklade H3N2.

Selain membahas penyakit tersebut, Mixnon meminta pengawasan terhadap pelayanan posyandu ditingkatkan.

"Jangan takut melakukan MCU. Sakit itu adalah alarm yang memberi tahu ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam tubuh kita. Jika menyayangi keluarga, rutinlah mengecek kesehatan. Karena dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN