Sering Menunda Pekerjaan di Kantor? Waspada, Itu Tanda Kecemasan Kerja

Visual yang menggambarkan pekerja yang kewalahan, tumpukan berkas, deadline di kalender, pikiran penuh awas dan cemas,laptop loading, merepresentasikan prokrastinasi karena kecemasan kerja, bukan karena malas. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (11/10/2026) - Sering menunda pekerjaan di kantor? Jika iya, bisa jadi Anda sebenarnya mengalami kecemasan kerja.
Terlalu sering menunda pekerjaan kerap dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal, dalam banyak kasus, kebiasaan ini merupakan gejala kecemasan kerja yang paling umum namun jarang disadari.
Psikolog klinis Cathy Ranieri mengatakan banyak orang belum menyadari sejauh apa sistem saraf berperan dalam kehidupan sehari-hari.
"Di tempat kerja, ketika kita merasa kewalahan, terlalu banyak bekerja, atau gugup, sistem saraf bereaksi dengan menilainya sebagai potensi ancaman terhadap keselamatan kita," jelas Ranieri, dikutip dari HuffPost via CNN Indonesia, Minggu (11/10/2026).
Menurut Ranieri, kondisi tersebut dapat memicu respons fight or flight pada sebagian orang. Akibatnya, banyak pekerja terdorong untuk menunda tugas yang seharusnya dikerjakan.
Menunda pekerjaan menjadi salah satu gejala kecemasan yang jarang dibahas. Padahal, kebiasaan ini sering menjadi cara seseorang menghindari sesuatu yang dipicu oleh rasa cemas.
"Seseorang yang mengalami kecemasan akan menghindari topik atau tugas yang membuatnya cemas karena mengerjakannya hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang mendalam," ujar pekerja sosial klinis di Florida, Amerika Serikat, Jordan White.
Hal tersebut merupakan cara otak bereaksi saat tubuh mengalami stres. Ketika cemas di kantor, menunda pekerjaan menjadi mekanisme tubuh untuk bertahan dari ancaman.
Sayangnya, kebiasaan menunda pekerjaan justru akan membuat tubuh semakin stres dan cemas. Sebab, tugas dan tanggung jawab tidak akan hilang meski Anda sedang cemas.
Untuk mengatasinya, Anda dapat membuat jadwal harian dalam sepekan dan beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Sempat Alami Gangguan Irama Jantung, Siswa Korban Keracunan MBG di Medan Kini Normal



















































