Sempat Alami Gangguan Irama Jantung, Siswa Korban Keracunan MBG di Medan Kini Normal

Dokter RSU IPI Medan, dr Mahrani Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp.A.I(K) (tengah), memberikan keterangan mengenai kondisi siswa korban dugaan keracunan MBG. (foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060870 Medan yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat mengalami gangguan irama jantung. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru, kondisi siswa tersebut kini telah normal.
Dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda Pekerja Indonesia (IPI), dr Mahrani Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp.A.I(K), mengatakan gangguan irama jantung tersebut diketahui saat pasien menjalani perawatan di rumah sakit.
“Salah satu siswa sempat mengalami masalah gangguan dari irama jantungnya, tapi kondisi sekarang ini hasilnya sudah aman,” ujarnya saat ditemui di RSU IPI Medan, Sabtu (10/10/2026).
Mahrani menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sedikit penurunan kadar natrium dan kalium dalam darah pasien. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan irama jantung.
Menurut dokter spesialis anak itu, gangguan elektrolit tersebut diduga berkaitan dengan muntah-muntah yang dialami pasien setelah mengalami dugaan keracunan.
“Hasil darahnya memang ada ditemukan sedikit penurunan natrium dan kalium. Jadi, gangguan elektrolit itu bisa menyebabkan gangguan irama jantung, mungkin karena efek dari muntah-muntahnya itu,” jelasnya.
Dengan kondisi irama jantung yang telah kembali normal, pasien tersebut dijadwalkan diperbolehkan pulang dari RSU IPI Medan pada Sabtu ini.
Mahrani menambahkan, pemeriksaan laboratorium juga dilakukan terhadap siswa lainnya yang menjalani perawatan. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim medis untuk menentukan kondisi pasien dan kebutuhan perawatan lanjutan.
Sebelumnya, belasan siswa SDN 060870 Medan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG pada Jumat (9/10/2026). Sebanyak 17 siswa dilaporkan menjalani perawatan medis di RSU IPI Medan.
Kasus tersebut juga mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan penyediaan makanan tersebut dilaporkan disuspensi sementara untuk kepentingan evaluasi dan investigasi. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Psikolog Ungkap Tanda Masalah Mental yang Kerap Tak Disadari






















































