Serangan Jantung Mendadak Bisa Mengancam Usia Produktif, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertamanya

Ilustrasi anak hadapi serangan jantung (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Serangan jantung mendadak tidak hanya mengancam kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat terjadi pada orang berusia produktif. Minimnya pemahaman tentang gejala awal dan keterlambatan mendapatkan pertolongan medis menjadi faktor yang dapat mengurangi peluang keselamatan pasien.
Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hampir 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada 2022. Sementara itu, data World Heart Federation menunjukkan sekitar 695.166 kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi di Indonesia pada 2024.
Pakar Ilmu Keperawatan sekaligus Ketua Klaster Riset Acute and Critical Care Universitas Indonesia, Dr. Masfuri, menjelaskan bahwa serangan jantung kerap didahului gejala peringatan. Namun, tanda-tanda tersebut sering disalahartikan sebagai gangguan kesehatan ringan sehingga pasien terlambat memperoleh penanganan.
Gejala Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai
Gejala serangan jantung dapat muncul dalam beberapa bentuk, antara lain:
- Nyeri dada, terutama di bagian tengah atau kiri, seperti tertindih beban berat.
- Sensasi terbakar di ulu hati yang dapat menjalar ke rahang, bahu, atau lengan.
- Keringat dingin tanpa sebab yang jelas.
- Sesak napas yang muncul secara tiba-tiba.
Sebagian orang menganggap keluhan tersebut sebagai masuk angin, masalah lambung, atau kelelahan akibat aktivitas sehari-hari. Padahal, gejala yang tidak biasa, terutama jika muncul mendadak, perlu segera diperiksa.
Menurut Masfuri, semakin cepat pasien mendapat penanganan, semakin besar peluang untuk membatasi kerusakan otot jantung.
Golden Hour Serangan Jantung
Dalam penanganan kegawatdaruratan jantung, dikenal prinsip time saving is life saving, yang berarti menyelamatkan waktu sama pentingnya dengan menyelamatkan nyawa.
Masfuri menjelaskan bahwa 90 hingga 120 menit pertama sejak gejala muncul merupakan periode penting untuk mendapatkan penanganan medis. Tindakan yang cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan permanen pada otot jantung.
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan menunggu gejala mereda dengan sendirinya atau mencoba mengatasi keluhan yang dicurigai sebagai serangan jantung hanya dengan pengobatan mandiri.
Langkah Pertolongan Pertama saat Serangan Jantung
Jika seseorang menunjukkan gejala yang mengarah pada serangan jantung, segera lakukan langkah berikut:
- Hentikan aktivitas korban. Bantu korban beristirahat dalam posisi duduk bersandar yang nyaman.
- Hubungi bantuan medis. Telepon layanan darurat 119 atau minta bantuan ambulans untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan.
- Pantau kondisi korban. Perhatikan kesadaran dan pola napasnya sambil menunggu pertolongan.
- Lakukan RJP jika diperlukan. Jika korban tidak sadar dan tidak bernapas normal, segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP) sesuai kemampuan dan pelatihan yang dimiliki.
- Gunakan AED jika tersedia. Alat Automated External Defibrillator dapat digunakan dengan mengikuti instruksi suara pada perangkat.
RJP atau CPR dilakukan dengan menekan bagian tengah dada pada kecepatan sekitar 100–120 kali per menit. Jika belum terlatih, segera hubungi layanan darurat dan ikuti petunjuk operator.
Tindakan RJP sejak dini oleh masyarakat awam dapat meningkatkan peluang korban bertahan hidup sebelum tenaga medis tiba. Korban tetap harus mendapatkan evaluasi dan perawatan lanjutan di instalasi gawat darurat.
Kenali Gejala, Jangan Menunda Pertolongan
Meningkatkan kesadaran tentang gejala serangan jantung merupakan langkah penting untuk mencegah keterlambatan penanganan. Nyeri dada yang tidak biasa, sesak napas mendadak, dan keringat dingin tidak boleh dianggap sepele, terlebih jika terjadi secara bersamaan.
Apabila serangan jantung dicurigai, segera cari bantuan medis. Penanganan yang cepat dan pertolongan pertama yang tepat dapat meningkatkan peluang keselamatan serta mengurangi risiko komplikasi serius.

















































