Kabut Asap Ancam Kesehatan, Warga Diminta Waspadai ISPA dan Gangguan Paru

Kondisi asap di Sergai (Foto: Dok.Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Kabut asap yang berlangsung selama beberapa pekan perlu diwaspadai karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Selain meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), paparan asap juga dapat memperburuk penyakit pernapasan yang sudah diderita seseorang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Sri Handono, mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melindungi diri selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Menurutnya, pencegahan sangat bergantung pada perilaku masyarakat, mulai dari penggunaan masker hingga membatasi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Partikel Asap Berisiko Mengganggu Pernapasan
Kabut asap mengandung partikel halus, termasuk PM2.5 yang berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dampaknya tidak hanya berupa batuk atau iritasi saluran pernapasan. Paparan polusi udara juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru kronis. Risiko kesehatan dapat meningkat seiring tingginya konsentrasi polusi dan lamanya paparan.
Sri Handono mengingatkan bahwa masyarakat yang merasa sehat sekalipun tetap perlu melakukan pencegahan. Dampak paparan asap tidak selalu langsung terasa, sehingga kondisi tubuh yang tampak baik bukan jaminan bahwa udara yang tercemar tidak berbahaya.
Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama olahraga, ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Jika harus keluar rumah, gunakan respirator yang sesuai, seperti N95, dan pastikan terpasang rapat di wajah. Masker kain biasa tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel halus PM2.5.
Selain itu, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Pantau informasi kualitas udara dan ikuti imbauan pemerintah setempat.
- Kurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi meningkat.
- Tutup pintu dan jendela ketika asap pekat masuk ke lingkungan rumah, serta gunakan penyaring udara jika tersedia.
- Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang memburuk.
Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan polusi dan menjaga kesehatan selama kabut asap berlangsung.
PREVIOUS ARTICLE
Pancaran Urine Melemah? Waspadai Tanda Pembesaran Prostat

















































