Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Risiko Lihat Gerhana Matahari Tanpa Pelindung Mata

Mistar.idSelasa, 17 Februari 2026 pukul 05.30 WIB
risiko_lihat_gerhana_matahari_tanpa_pelindung_mata

Ilustrasi Gerhana Matahari (Foto: Getty Images/iStockphoto/RomoloTavani)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Para ahli menegaskan, gerhana cincin tetap berisiko jika diamati tanpa perlindungan khusus. Dalam peristiwa ini, Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari sehingga cahaya yang tersisa masih cukup kuat untuk merusak mata.

Berbeda dari gerhana Matahari total, tidak ada satu pun fase dalam gerhana cincin yang aman dilihat langsung dengan mata telanjang tanpa alat pelindung.

Menurut NASA di laman resminya, Selasa (16/2/2026), menatap bagian Matahari yang masih terang, baik secara langsung maupun melalui kamera, teropong, atau teleskop tanpa filter Matahari di bagian depan optic, dapat menyebabkan cedera mata serius dan permanen dalam sekejap.

Karena itu, saat menyaksikan gerhana Matahari cincin, penggunaan kacamata khusus pengamat Matahari (kacamata gerhana) atau alat pengamat Matahari portabel yang aman wajib dikenakan sepanjang waktu.

Kacamata hitam biasa, meskipun sangat gelap, tidak cukup aman. Perangkat pengamat Matahari yang layak harus ribuan kali lebih gelap dan memenuhi standar internasional ISO 12312-2. NASA juga tidak merekomendasikan merek tertentu.

Sebelum dipakai, pastikan kacamata gerhana dalam kondisi baik. Jika terdapat sobekan, goresan, atau kerusakan lain, sebaiknya tidak digunakan. Anak-anak pun perlu diawasi ketika memakainya.

Hal penting lainnya, jangan pernah melihat Matahari melalui perangkat optik apa pun, seperti kamera, teleskop, atau teropong, sambil tetap mengenakan kacamata gerhana.

Cahaya yang terkonsentrasi dapat menembus filter dan tetap membahayakan mata. Perangkat optik memerlukan filter Matahari khusus yang dipasang di bagian depan alat. Konsultasikan dengan ahli astronomi sebelum menggunakannya.

Bagi yang tidak memiliki kacamata gerhana, pengamatan bisa dilakukan secara tidak langsung, misalnya dengan metode proyektor lubang jarum. Dengan posisi Matahari berada di belakang pengamat, lubang kecil dapat memproyeksikan bayangan Matahari ke permukaan lain. Namun, tetap jangan melihat Matahari melalui lubang tersebut.

Selama fase cincin maupun fase parsial sebelum dan sesudahnya, intensitas cahaya Matahari tetap sangat kuat. Pengamatan yang berlangsung lama juga berisiko menyebabkan paparan sinar matahari langsung pada kulit. Karena itu, gunakan tabir surya, topi, serta pakaian pelindung untuk mencegah kerusakan kulit.

Singkatnya, Gerhana Matahari Cincin aman disaksikan asalkan menggunakan perlindungan mata yang sesuai dan mengikuti prosedur yang benar. Tanpa langkah tersebut, risikonya nyata dan serius. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN