Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Riset Ungkap Wanita Lebih Berisiko Demensia, Ini Pemicunya

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 05.30 WIB
riset_ungkap_wanita_lebih_berisiko_demensia_ini_pemicunya

Riset Ungkap Wanita Lebih Berisiko Demensia, Ini Pemicunya

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sebuah penelitian terbaru mengungkap perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan laki-laki, terutama akibat faktor kesehatan dan gaya hidup yang memengaruhi fungsi otak seiring bertambahnya usia.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Biology of Sex Differences itu dianalisis dari data Health and Retirement Study di Amerika Serikat yang melibatkan 17.182 peserta berusia 40 tahun ke atas, dengan hampir 60 persen peserta merupakan perempuan.

Dilansir Eating Well pada Rabu (27/5/2026), para peneliti meneliti 13 faktor risiko yang dapat diubah atau dikendalikan, seperti depresi, kurang aktivitas fisik, diabetes, hipertensi, obesitas, gangguan tidur, kehilangan pendengaran, dan isolasi sosial.

Faktor-faktor tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil tes kognitif peserta yang mengukur kemampuan mengingat dan berhitung sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan perempuan memiliki lebih banyak faktor risiko dibandingkan laki-laki, termasuk tingkat depresi, kurang aktivitas fisik, dan gangguan tidur yang lebih tinggi.

Meski laki-laki lebih rentan mengalami gangguan pendengaran dan diabetes, dampak kondisi tersebut terhadap penurunan fungsi otak ternyata jauh lebih besar pada perempuan.

Peneliti juga menemukan masalah kesehatan jantung dan metabolisme seperti tekanan darah tinggi serta indeks massa tubuh tinggi memberikan dampak negatif yang lebih tajam terhadap kemampuan berpikir perempuan.

Para peneliti menegaskan bahwa risiko demensia tidak bisa ditangani dengan pendekatan yang sama pada setiap orang. Mereka menilai penting adanya pendekatan kesehatan yang lebih personal berdasarkan jenis kelamin dan kondisi individu.

Meski demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya menunjukkan hubungan keterkaitan, bukan sebab akibat secara langsung.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga langkah penting yang dinilai dapat membantu perempuan menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, yakni menangani gangguan pendengaran sejak dini, mengelola risiko diabetes dengan menjaga kadar gula darah, serta mengontrol tekanan darah melalui pola hidup sehat dan pendampingan tenaga medis. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN