Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Pasien Hemodialisa Korban Bencana Sumatra Tak Perlu Administrasi Tambahan

Mistar.idRabu, 10 Desember 2025 pukul 14.18 WIB
pasien_hemodialisa_korban_bencana_sumatra_tak_perlu_administrasi_tambahan

Posko kesehatan gratis BPJS Kesehatan Wilayah I. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq, memastikan bahwa layanan terhadap pasien hemodialisa yang menjadi korban bencana Sumatra adalah prioritas.

"Kami menegaskan dalam situasi darurat ini, peserta JKN yang rutin menjalani perawatan hemodialisa tidak memerlukan dokumen tambahan saat harus pindah sementara ke rumah sakit lainnya," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada Mistar, Rabu (10/12/2025).

Nuim melanjutkan, BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan rumah sakit yang menerima pasien rujukan agar bisa menambahkan kapasitas layanan dengan membuka shift tambahan.

Salah satu rumah sakit yang tetap memberikan layanan ialah RSUD dr. Zubir Mahmud di Kabupaten Aceh Timur. Nuim mengatakan beberapa layanan di rumah sakit tersebut berangsur aktif kembali.

"Sebanyak delapan layanan poliklinik sudah mulai aktif kembali seperti, poliklinik penyakit dalam, poliklinik saraf, poliklinik jiwa, poliklinik gigi, poliklinik anak, poliklinik bedah, poliklinik mata dan poliklinik telinga hidung tenggorokan," tuturnya.

Meski begitu, jika pasien hemodialisa alami lonjakan di RSUD dr. Zubir Mahmud, maka pasien dapat dirujuk ke rumah sakit lain. Misalnya ke RSU Putri Bidadari Kabupaten Langkat.

BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan RSU Putri Bidadari Kabupaten Langkat sebagai langkah antisipasi adanya lonjakan pasien hemodialisa.

Plh. Direktur RSU Putri Bidadari Langkat, dr Esti Aditya menyampaikan kesiapan rumah sakitnya, sebagai salah satu lokasi rujukan tambahan bagi pasien-pasien dari wilayah Aceh sekitarnya.

"RSU Putri Bidadari memastikan semua pasien yang datang, dilayani dengan seoptimal mungkin sesuai regulasi yang telah berlaku, khususnya pasien rujukan dari wilayah Aceh, seperti pasien hemodialisa maupun penyakit kronis lainnya," ucapnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN