Operasi Katarak Kini Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Gaya Hidup Pasien

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Katarak selama ini dikenal sebagai gangguan penglihatan yang banyak dialami lanjut usia. Namun, perkembangan teknologi medis membuat penanganan katarak kini tidak hanya berfokus pada pengangkatan lensa mata yang keruh, tetapi juga meningkatkan kualitas penglihatan sesuai kebutuhan aktivitas pasien.
Dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center (JEC), Nina Asrini Noor, menjelaskan operasi katarak dilakukan dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan atau intraocular lens (IOL).
“Dulu operasi katarak hanya dipahami sebagai tindakan mengangkat lensa keruh. Sekarang, dengan dukungan teknologi modern seperti FLACS dan berbagai pilihan lensa tanam, pasien tidak hanya bisa kembali melihat dengan jelas, tetapi juga memperoleh kualitas penglihatan yang sesuai dengan gaya hidupnya,” ujar Nina dalam media briefing yang digelar JEC di Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Operasi katarak termasuk prosedur medis yang umum dilakukan dengan tingkat keberhasilan tinggi. Saat ini, teknik pembedahan juga semakin presisi melalui metode Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).
Teknologi FLACS memanfaatkan laser femtosecond yang dipadukan dengan sistem pencitraan optik dan komputer. Teknologi tersebut membantu sejumlah tahapan operasi, mulai dari membuat sayatan kornea, membuka kapsul lensa, hingga memecah lensa keruh sebelum diganti dengan lensa tanam.
Menurut Nina, keunggulan utama FLACS terletak pada tingkat presisinya. Dokter dapat menyesuaikan prosedur operasi berdasarkan kondisi masing-masing pasien, termasuk anatomi mata, tingkat keparahan katarak, kebutuhan visual, hingga jenis lensa tanam yang digunakan.
Pendekatan yang lebih personal ini membuat operasi katarak kini turut menjadi bagian dari perencanaan kualitas penglihatan jangka panjang.
Jenis Lensa Tanam pada Operasi Katarak
Dalam prosedur operasi katarak, lensa alami mata yang keruh diganti dengan lensa buatan kecil atau intraocular lens (IOL). Jenis lensa yang dipilih akan memengaruhi kualitas penglihatan pasien setelah operasi.
Seiring kemajuan teknologi, pilihan lensa tanam kini semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan visual pasien.
Nina menyebutkan beberapa jenis lensa yang tersedia saat ini antara lain monofokal, multifokal, Extended Depth of Focus (EDOF), serta toric untuk pasien dengan mata silinder.
“Setiap orang memiliki kebutuhan visual yang berbeda. Pasien yang sering membaca, bekerja di depan komputer, atau aktif menggunakan gawai tentu membutuhkan kualitas penglihatan berbeda dibanding mereka yang lebih banyak berkendara atau beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
1. Lensa Monofokal
Lensa monofokal dirancang untuk membantu penglihatan pada satu titik fokus, umumnya jarak jauh. Pengguna lensa ini biasanya masih memerlukan kacamata untuk membaca atau aktivitas jarak dekat.
Saat ini tersedia pula variasi monofokal seperti aspheric yang membantu meningkatkan ketajaman visual dan kontras, serta monofokal plus untuk mendukung aktivitas jarak menengah seperti bekerja di depan komputer.
2. Lensa Multifokal
Lensa multifokal memiliki beberapa titik fokus yang membantu penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat sekaligus.
Jenis ini cocok bagi pasien aktif yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap kacamata saat membaca, bekerja dengan komputer, maupun berkendara.
3. Lensa EDOF
Extended Depth of Focus (EDOF) dirancang untuk memperluas rentang fokus penglihatan, terutama dari jarak jauh hingga menengah.
Lensa ini dinilai mampu memberikan transisi penglihatan yang lebih natural, terutama untuk aktivitas modern seperti melihat layar komputer, membaca panel kendaraan, hingga mobilitas harian.
4. Lensa Toric
Bagi pasien dengan astigmatisme atau mata silinder, lensa toric dapat membantu mengoreksi silinder sekaligus saat operasi katarak dilakukan.
Lensa toric juga dapat dikombinasikan dengan jenis lensa lain, seperti monofokal, multifokal, maupun EDOF, sesuai kebutuhan pasien.























