Friday, October 16, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Menkes Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah saat Kabut Asap Karhutla

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 16.38 WIB
menkes_imbau_warga_batasi_aktivitas_di_luar_rumah_saat_kabut_asap_karhutla

Kondisi kabut karena Karhutla (Foto: Istimewa/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini bertujuan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Budi menyampaikan imbauan tersebut kepada wartawan pada Kamis (15/10/2026). Ia meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah dan keluar hanya jika ada keperluan mendesak.

Menurut Budi, masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara untuk mengurangi paparan polutan dari asap karhutla.

Gunakan Masker dan Lindungi Mata

Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap yang terhirup ke saluran pernapasan.

Selain itu, perlindungan mata juga perlu diperhatikan. Budi menyarankan penggunaan kacamata, baik kacamata biasa maupun kacamata hitam, untuk membantu mengurangi paparan debu dan partikel yang terbawa asap.

Masyarakat juga diimbau mengenakan pakaian berlengan panjang agar kulit tidak terpapar langsung debu selama beraktivitas di luar ruangan.

Segera Bersihkan Diri setelah Terpapar Asap

Setelah kembali ke rumah, masyarakat disarankan segera membersihkan tubuh menggunakan air untuk menghilangkan debu yang menempel. Saat membersihkan kulit, hindari menggosoknya terlalu keras agar tidak menimbulkan iritasi.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan setelah terpapar kabut asap.

Jika mengalami gejala seperti gatal-gatal atau batuk berdarah, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat atau fasilitas kesehatan.

Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) perlu mendapat perhatian khusus selama kabut asap berlangsung.

Pembatasan aktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang sesuai, dan pemantauan kondisi kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak polusi udara akibat karhutla.

Masyarakat juga disarankan memantau informasi kualitas udara setempat dan mengikuti arahan petugas kesehatan selama kondisi kabut asap masih berisiko.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN