Friday, October 16, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Antisipasi Lonjakan Pasien di RS Akibat Kabut Asap, Dinkes Sumut Imbau Warga ke FKTP

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 17.48 WIB
antisipasi_lonjakan_pasien_di_rs_akibat_kabut_asap_dinkes_sumut_imbau_warga_ke_fktp

Ilustrasi kondisi layanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). (foto: Berry/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, guna mengantisipasi lonjakan pasien di rumah sakit (RS) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kiranya masyarakat manfaatkan terlebih dahulu pemeriksaan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik dan FKTP lainnya," kata Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, kepada Mistar, Jumat (16/10/2026).

Hamid mengatakan, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sesuai dengan kondisi yang dialami.

Menurutnya, tidak semua keluhan kesehatan harus langsung ditangani di rumah sakit. Sebab, RS merupakan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang menangani pasien rujukan sesuai kebutuhan medis.

"Tujuannya juga supaya tidak terjadi penumpukan pasien atau pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya yang menjadi pilihan favorit masyarakat di Sumut," ucapnya.

Ia mencontohkan, masyarakat yang mengalami gejala ringan masih dapat memeriksakan diri ke FKTP, termasuk puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, masyarakat dengan kondisi kesehatan yang memburuk atau membutuhkan penanganan segera dapat langsung mendatangi rumah sakit. Adapun keluhan seperti demam dapat diperiksakan terlebih dahulu di puskesmas apabila kondisinya memungkinkan.

"Kalau nanti hasil pemeriksaan dibutuhkan layanan RS, pasti puskesmas merujuk ke RS dan Program Berobat Gratis (Probis) atau Universal Health Coverage tidak hanya di RS, tapi di puskesmas maupun FKTP lainnya," tuturnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN