Friday, August 28, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Manfaat Stroberi bagi Kesehatan, Bantu Jaga Jantung hingga Tingkatkan Imunitas

Mistar.idMinggu, 12 Juli 2026 pukul 06.00 WIB
manfaat_stroberi_bagi_kesehatan_bantu_jaga_jantung_hingga_tingkatkan_imunitas

Ilustrasi. (Foto: Alodokter)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Stroberi tidak hanya menyegarkan, tetapi juga dikenal sebagai salah satu buah yang kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Buah berwarna merah ini mengandung vitamin C, serat, folat (vitamin B9), serta berbagai senyawa antioksidan yang berperan menjaga fungsi organ tubuh dan membantu mencegah berbagai penyakit.

Laporan Health yang disiarkan pada Jumat (10/7/2027) waktu setempat menyebutkan, kandungan antioksidan yang tinggi pada stroberi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.

Selain itu, stroberi juga termasuk buah dengan kandungan gula alami yang relatif rendah sehingga cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Berikut enam manfaat stroberi bagi kesehatan yang perlu diketahui:

1. Menangkal radikal bebas

Stroberi kaya akan antioksidan, terutama antosianin dan vitamin C. Kedua senyawa ini berfungsi melawan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh lebih banyak dibandingkan antioksidan.

Jika dibiarkan, stres oksidatif dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga beberapa jenis kanker. Konsumsi stroberi secara rutin dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Satu cangkir stroberi dapat memenuhi sekitar 100 persen kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. Vitamin C merupakan antioksidan penting yang membantu memperkuat sistem imun.

Nutrisi ini mendukung pembentukan sel T dan sel B, dua jenis sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi akibat virus, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya. Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, risiko terkena penyakit infeksi juga dapat berkurang.

3. Menjaga kesehatan jantung

Antioksidan antosianin yang memberikan warna merah pada stroberi juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sejumlah penelitian observasional menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi antosianin berkaitan dengan penurunan risiko serangan jantung. Namun, para peneliti juga menekankan bahwa manfaat tersebut biasanya didukung oleh pola hidup sehat secara keseluruhan, seperti rutin berolahraga, tidak merokok, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

4. Menurunkan risiko kanker

Stroberi mengandung berbagai senyawa antioksidan alami yang dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan kronis diketahui menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker.

Selain itu, antioksidan dalam stroberi juga berpotensi menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Meski demikian, konsumsi stroberi bukan merupakan pengobatan kanker, melainkan bagian dari pola makan sehat yang dapat membantu menurunkan risikonya.

5. Membantu memenuhi kebutuhan folat

Satu cangkir stroberi mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan folat harian tubuh. Folat atau vitamin B9 berperan penting dalam pembentukan DNA, pertumbuhan sel, dan metabolisme asam amino yang menjadi penyusun protein.

Bagi ibu hamil, folat sangat dibutuhkan pada masa awal kehamilan untuk mendukung perkembangan janin dan membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf. Folat merupakan bentuk alami vitamin B9 yang terdapat dalam makanan, sedangkan bentuk sintetisnya dikenal sebagai asam folat dan umumnya ditemukan dalam suplemen.

6. Menjadi pilihan buah rendah gula

Dibandingkan beberapa jenis buah lainnya, stroberi memiliki kandungan gula alami yang relatif rendah. Satu cangkir stroberi hanya mengandung sekitar 7 gram gula alami (fruktosa), sedangkan satu cangkir anggur dapat mengandung sekitar 23 gram.

Karena itu, stroberi dapat menjadi pilihan yang baik bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gula. Membatasi asupan gula harian diketahui dapat membantu menurunkan risiko resistensi insulin, penyakit hati berlemak non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), serta diabetes tipe 2. (hm25/antara)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN