Makanan yang Selama Ini Dianggap Sehat, Ternyata Sebaliknya

Keripik Sayur. (Foto: iStock)
Jakarta, MISTAR.ID
Tidak semua makanan yang dilabeli “sehat” benar-benar aman dan bergizi bagi tubuh. Faktanya, sejumlah makanan yang kerap dianggap menyehatkan justru masuk kategori makanan ultra proses, menurut para ahli gizi.
Memilih makanan sehat memang tidak bisa sembarangan. Sebab, beberapa produk yang terlihat baik untuk dikonsumsi ternyata telah melalui proses industri panjang dan mengandung banyak zat tambahan.
Makanan ultra proses adalah jenis pangan yang diproduksi dengan berbagai tahapan pengolahan industri dan biasanya mengandung bahan tambahan seperti gula, lemak, pati, garam, hingga minyak terhidrogenasi. Kandungan tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori secara signifikan dibandingkan makanan utuh atau makanan yang diolah secara minimal.
Jika dikonsumsi berlebihan atau terlalu sering, makanan ultra proses berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Mulai dari kenaikan berat badan, peningkatan risiko depresi, hingga penyakit serius seperti gangguan jantung dan kanker.
Karena itu, penting untuk mengenali apakah makanan yang dikonsumsi sehari-hari termasuk dalam kategori ultra proses atau tidak. Para ahli mengungkapkan ada beberapa jenis makanan yang kerap disalahartikan sebagai pilihan sehat, padahal sebaliknya.
Dikutip dari everydayhealth.com, Sabtu (27/12/2025), berikut daftarnya:
1. Yogurt dengan berbagai rasa
Yogurt yang dianjurkan adalah yogurt polos yang dibuat dari susu segar hasil fermentasi bakteri hidup. Proses ini memecah laktosa menjadi asam laktat sehingga menghasilkan rasa asam alami dan tekstur kental.
Namun, yogurt dengan aneka rasa yang banyak beredar di pasaran umumnya mengandung gula tambahan yang tinggi dan kadar protein yang lebih rendah. Produk ini juga sering ditambahkan perasa buatan, pengental, serta penstabil, sehingga masuk dalam kategori makanan ultra olahan.
Konsumsi jangka panjang yogurt jenis ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.
2. Camilan bebas gluten
Produk camilan bebas gluten sering menjadi pilihan bagi mereka yang menjalani diet khusus. Meski demikian, label bebas gluten tidak selalu berarti lebih sehat.
Banyak produk bebas gluten, seperti keripik atau biskuit, dibuat dari pati olahan seperti tepung tapioka atau tepung beras, serta ditambahkan bahan penstabil yang minim nilai gizi. Ahli gizi Zimmerman menyarankan menggantinya dengan camilan alami bebas gluten, misalnya kacang chickpeas panggang atau keripik beras merah.
3. Protein shake
Protein shake biasanya berupa bubuk protein yang dicampur air dan populer di kalangan pelaku diet maupun pembentuk massa otot. Minuman ini juga kerap dijadikan solusi praktis untuk memenuhi asupan protein harian.
Namun, tidak sedikit produk protein shake yang mengandung bahan olahan seperti isolat protein dan pemanis buatan. Kandungan tersebut bisa memicu gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau nyeri. Selain itu, protein shake umumnya tidak menyediakan vitamin, mineral, dan serat sebagaimana protein yang berasal dari makanan utuh.
4. Saus salad kemasan
Salad sering dianggap sebagai menu sehat, tetapi pilihan sausnya juga perlu diperhatikan. Demi kepraktisan, banyak orang memilih saus salad kemasan.
Menurut ahli gizi Elizabeth Ward, bahkan saus salad berlabel “organik” pun kerap mengandung pengawet, pengemulsi, gula tambahan, dan perasa buatan. Akibatnya, salad bisa mengandung natrium dan gula lebih tinggi dibandingkan manfaat gizinya. Asupan natrium berlebih dalam jangka panjang berisiko memicu tekanan darah tinggi dan sindrom metabolik.
5. Keripik sayuran
Keripik sayuran belakangan populer sebagai camilan alternatif bagi mereka yang kurang menyukai sayur. Namun, nama tersebut bisa menyesatkan.
Menurut ahli Zenker, sebagian besar keripik sayuran lebih banyak terdiri dari tepung kentang, minyak, garam, serta perasa, dengan sedikit bubuk sayuran hanya sebagai pewarna. Untuk camilan renyah yang lebih sehat, ia menyarankan popcorn dari biji jagung polos yang dipanggang menggunakan air fryer, bukan popcorn instan berperisa. (hm20)






















