Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Hati-hati, Hipertensi Bisa Menyerang Anak

Mistar.idSabtu, 9 Mei 2026 pukul 05.30 WIB
hatihati_hipertensi_bisa_menyerang_anak

Ilustrasi hipertensi. (Foto: Meuraxa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Hipertensi selama ini identik dengan penyakit yang menyerang orang lanjut usia. Namun, tren terbaru menunjukkan tekanan darah tinggi kini juga mulai banyak ditemukan pada anak-anak.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per Mei 2026 mencatat sekitar 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah dari total 4,8 juta anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan di sekolah.

Temuan tersebut menjadi peringatan bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak sejak dini.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Yovi Kurniawati, mengatakan hipertensi pada anak memiliki karakteristik berbeda dibandingkan orang dewasa.

Menurutnya, penyebab tekanan darah tinggi pada anak sering kali tidak diketahui secara pasti atau bersifat idiopatik.

"Tekanan darah tinggi pada anak itu mungkin agak berbeda dengan dewasa. Pada anak itu memang rata-rata penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), dan hanya beberapa persen yang bisa kita cari pastinya," ujar Yovi, dikutip dari Antara, Sabtu (9/5/2026).

Meski demikian, ada sejumlah kondisi medis yang diduga berperan memicu hipertensi pada anak. Beberapa di antaranya ialah kelainan struktur jantung bawaan, gangguan ginjal, penyakit jantung koroner, hingga Arteritis Takayasu yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah besar.

Selain faktor medis, Yovi menilai pola hidup tidak sehat juga turut meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada anak, terutama jika berlangsung sejak usia dini.

Ia mengingatkan bahwa standar tekanan darah normal pada anak berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.

Secara umum, tekanan darah normal anak berada di kisaran 80/50 mmHg hingga 120/80 mmHg. Jika angka mulai meningkat melewati batas normal, maka perlu dilakukan penanganan medis.

Menurut Yovi, beberapa kasus hipertensi pada anak dapat membaik apabila penyebab utamanya berhasil diatasi. Namun untuk kasus idiopatik, pengobatan biasanya difokuskan pada pengendalian tekanan darah.

"Kami hanya bisa mengontrol, misalnya dengan obat-obatan, pola makan yang dijaga, hingga perbaikan gaya hidup," tutur dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah.

Dokter menyarankan orang tua mulai membiasakan pola hidup sehat pada anak, seperti membatasi konsumsi garam, mendorong aktivitas fisik rutin, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk mencegah komplikasi jangka panjang akibat hipertensi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN