Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dinkes Sumut Fokuskan Perhatian pada Belasan Ribu Penyakit ISPA dan Kulit Pascabencana

Mistar.idKamis, 1 Januari 2026 pukul 06.30 WIB
dinkes_sumut_fokuskan_perhatian_pada_belasan_ribu_penyakit_ispa_dan_kulit_pascabencana

Penyakit kulit yang dialami masyarakat pascabencana banjir. (foto: dok Dinkes Sumut/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Hamid Rijal mengungkapkan, data terbaru beberapa penyakit pascabencana banjir di beberapa daerah Sumut yang juga menjadi fokus perhatiannya.

"Berdasarkan data, Sabtu (27/12/2025) bahwa dua penyakit masih mendominasi yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 16.444 kasus dan penyakit kulit 13.026 kasus," ujarnya kepada Mistar, Rabu (31/12/2025).

Hamid mengatakan dua penyakit tertinggi tersebut, perlu menjadi fokus perhatian pada faktor risiko seperti paparan air kotor, sanitasi lingkungan, kepadatan dan kelembapan di pengungsian.

Selain itu, Hamid menggambarkan beberapa penyakit lain seperti diare ada 2.514 kasus, Influenza Like Illness (ILI) sebanyak 1.004 kasus dan suspek demam tifoid mencapai 660 kasus.

"Ketiga penyakit itu menggambarkan kondisi penyakit saluran nafas akut non-spesifik, serta penyakit yang berhubungan dengan air dan makanan pada periode pasca banjir," tuturnya.

Beberapa suspek penyakit, dikatakan Hamid, ada laporan kasus suspek dengue sebanyak 12 kasus, suspek leptospirosis satu kasus, ada 11 suspek campak dan perlu ditingkatkan kewaspadaan maupun pelacakan kasus.

"Sejauh ini belum ada laporan penyakit malaria dan pertusis (batu rejan). Namun kami (Dinkes Sumut) tetap melakukan pemantauan ketat hingga saat ini," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN