Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Cegah DBD, Dinkes Tapteng Masif Lakukan Fogging Hingga Penaburan Bubuk Abate

Mistar.idJumat, 24 April 2026 10.28
EH
FM
cegah_dbd_dinkes_tapteng_masif_lakukan_fogging_hingga_penaburan_bubuk_abate

Dinkes Tapteng masif lakukan fogging di 20 kecamatan. (Foto: Dok. Dinkes Tapteng/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapanuli Tengah (Tapteng) gencar melakukan fogging (pengasapan), gerakan 3M (menguras, menutup dan mengubur), dan penaburan bubuk abate, pascabanjir. Kegiatan ini dilakukan di 20 kecamatan se-Kabupaten Tapteng.

“Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor masih ditemukannya genangan air serta saluran drainase yang belum sepenuhnya pulih. Tentunya, akan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti sebagai pembawa virus DBD,” kata Kepala Dinkes Tapteng, Lisnawati Panjaitan, Jumat (24/4/2026).

Dari 20 kecamatan, ada beberapa wilayah prioritas karena rawan DBD. “Seperti Kecamatan Pandan, Tukka, Badiri, dan Pinangsori. Keempat kecamatan tersebut memiliki tingkat risiko tinggi terhadap perkembangbiakan nyamuk,” tuturnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengerahkan Tim Gerak Cepat untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), fogging fokus, serta edukasi langsung ke masyarakat.

"Penguatan juga dilakukan pada aspek deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan, komando data terpusat, hingga penegakan disiplin di tingkat desa dan kelurahan," ujar Lisnawati.

Ia menuturkan, penanganan DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging semata. Upaya pemberantasan sarang nyamuk menjadi kunci utama, termasuk mempercepat penemuan kasus, penanganan pasien, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat.

“DBD tidak bisa selesai hanya dengan fogging. Yang paling penting adalah menghancurkan jentik dan menggerakkan masyarakat agar benar-benar terlibat, bukan sekadar imbauan,” ucapnya.

Dilanjutkan Lisnawati, seluruh fasilitas kesehatan di Tapteng dipastikan tetap siaga. Tenaga medis disiagakan memantau, pemeriksaan dini, hingga penanganan cepat bagi warga yang menunjukkan gejala DBD. Layanan kesehatan keliling juga dioptimalkan guna menjangkau daerah terdampak yang sulit diakses.

“Sejak bencana, kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, baik dalam pengobatan maupun pencegahan. Upaya preventif menjadi prioritas agar kasus tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” tuturnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN