Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

UEA Tangkap 109 Penyebar Hoaks Perang Iran vs Israel-AS, Negara Teluk Perketat Pengawasan

Mistar.idJumat, 20 Maret 2026 pukul 21.20 WIB
uea_tangkap_109_penyebar_hoaks_perang_iran_vs_israelas_negara_teluk_perketat_pengawasan

Ilustrasi dampak peeang Iran-Israel (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kepolisian Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), menangkap lebih dari 100 orang yang diduga terlibat dalam perekaman dan penyebaran informasi palsu selama konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (20/3/2026), aparat menyebut total 109 individu dari berbagai kewarganegaraan telah diamankan. Mereka diduga merekam lokasi sensitif serta insiden terkait konflik, kemudian menyebarkannya melalui media sosial dengan informasi yang tidak akurat.

Pihak kepolisian menilai tindakan tersebut berpotensi menyesatkan publik dan memicu keresahan di tengah masyarakat. Beberapa di antara pelaku juga disebut menyebarkan informasi yang dinilai menyesatkan dan memperkeruh situasi.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah UEA dalam menjaga stabilitas keamanan informasi di tengah meningkatnya tensi kawasan. Apalagi, konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berdampak luas, termasuk ke negara-negara Teluk.

Selain penangkapan oleh kepolisian, Jaksa Agung UEA juga telah memerintahkan penahanan puluhan orang lainnya. Mereka diduga melakukan pelanggaran seperti menyebarkan hoaks, merekam insiden terkait konflik, hingga mempublikasikan konten yang dianggap mendukung pihak musuh.

Tidak hanya UEA, sejumlah negara Teluk lain juga mengambil langkah serupa. Qatar dilaporkan telah menangkap lebih dari 300 orang terkait penyebaran konten menyesatkan selama konflik berlangsung. Sementara itu, Bahrain dan Kuwait juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital masyarakatnya.

Negara-negara di kawasan Teluk memang menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung dari eskalasi konflik tersebut. Serangan yang dilancarkan Iran tidak hanya menyasar aset militer Amerika Serikat, tetapi juga infrastruktur sipil seperti fasilitas energi, bandara, dan kawasan permukiman.

Pemerintah di kawasan tersebut pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial di tengah situasi yang sensitif.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN