Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS-Israel Serang Fasilitas Gas Utama Iran di South Pars

Mistar.idKamis, 19 Maret 2026 11.09
EH
asisrael_serang_fasilitas_gas_utama_iran_di_south_pars

Pemandangan umum kebakaran di kilang minyak di Birjand, Iran, 10 Desember 2023. (Foto: Reuters/Wana News Agency)

news_banner

South Pars, MISTAR.ID

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan ke fasilitas gas utama milik Iran di kawasan Teluk, yakni South Pars, Rabu (18/3/2026).

Wakil Gubernur Bushehr, Ehsan Jahanian, mengatakan tim pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi kebakaran akibat serangan tersebut. Ladang gas South Pars/North Dome sendiri merupakan cadangan gas terbesar di dunia dan menyuplai sekitar 70% kebutuhan gas domestik Iran.

Iran berbagi ladang gas tersebut dengan Qatar dan telah mengembangkannya sejak akhir 1990-an. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait serangan tersebut.

Juru bicara militer Israel (IDF), Effie Defrin, hanya menegaskan bahwa operasi militernya dilakukan dengan koordinasi bersama AS.

“Tidak ada kesenjangan di antara kita, dan koordinasinya sangat baik,” ujarnya.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan membalas serangan tersebut dengan menargetkan sektor energi negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.

“Kami memperingatkan Anda sekali lagi bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Republik Islam, dan tanggapannya sedang dilaksanakan,” kata IRGC.

“Jika hal itu diulangi lagi, serangan terhadap infrastruktur energi Anda dan sekutu Anda tidak akan berhenti sampai benar-benar hancur, dan respons kami akan jauh lebih keras daripada serangan malam ini.”

IRGC bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur minyak dan gas milik negara sekutu AS seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Pada hari yang sama, serangan rudal Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan besar di fasilitas gas Ras Laffan, yang kemudian menuai kecaman keras dari negara Teluk tersebut. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN