Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Daftar Negara yang Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

Mistar.idJumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB
daftar_negara_yang_diperbolehkan_melewati_selat_hormuz

Selat Hormuz. (Foto: MSN)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Iran memastikan hanya kapal dari negara sekutu yang dapat melintasi Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Jalur strategis tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat dan hanya dibuka secara terbatas sejak penutupan pada akhir Februari lalu.

Berdasarkan analisis perusahaan intelijen maritim Windward, sejumlah kapal tercatat berhasil melintas melalui perairan Iran pada 15–16 Maret 2026.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran berkembang untuk memungkinkan sekutu dan pendukungnya tetap bisa transit,” kata laporan tersebut.

Mengutip Al Jazeera, Jumat (20/3/2026), beberapa negara telah memperoleh izin khusus untuk melintasi jalur vital tersebut:

Pakistan: Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.

India: Setidaknya dua kapal tanker LPG mendapat izin melintas setelah adanya komunikasi bilateral, dan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan di India.

Turki: Salah satu kapal Turki juga memperoleh izin dari otoritas Iran setelah mendapat persetujuan dari Teheran.

Sementara itu, beberapa negara lain masih melakukan negosiasi untuk mendapatkan akses serupa. China disebut tengah berdiskusi dengan Iran guna memastikan kelancaran pengiriman minyak dan gas, mengingat ketergantungannya terhadap jalur tersebut.

Negara-negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga dilaporkan telah mengajukan permohonan, namun hingga kini belum ada kepastian terkait izin melintas bagi kapal mereka.

Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz menyusul serangan dari AS dan Israel, tetapi menegaskan jalur tersebut tetap dibuka secara terbatas bagi negara yang tidak berafiliasi dengan Washington.

Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap perdagangan global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz.

Sejumlah analis menilai langkah Iran ini sebagai bentuk kontrol strategis atas jalur energi dunia sekaligus alat tekanan dalam konflik yang masih berlangsung. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN