Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Unggah Foto AI Jadi Yesus dan Serang Paus, Simak Fakta Lengkapnya

Mistar.idSenin, 13 April 2026 pukul 21.33 WIB
trump_unggah_foto_ai_jadi_yesus_dan_serang_paus_simak_fakta_lengkapnya

Ilustrasi, Trump Unggah Foto AI dirinya bagai Yesus. (foto:tangkapanlayarakunX@Rana Ayyub dan @Sonny Bunch/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional setelah mengunggah foto berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya bagai Yesus Kristus di platform Truth Social. Unggahan itu muncul tak lama setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Aksi tersebut memicu reaksi luas, baik dari kalangan politik maupun komunitas keagamaan global. Berikut rangkuman fakta, konteks, dan latar belakang peristiwa yang menjadi perhatian dunia.

Benarkah Trump Unggah Foto AI Dirinya sebagai Yesus?

Ya. Donald Trump membagikan gambar hasil AI yang menggambarkan dirinya menyerupai Yesus Kristus di akun media sosial miliknya, Truth Social, pada pertengahan April 2026.

Dalam gambar tersebut, Trump digambarkan dengan atribut religius khas ikonografi Kristen. Unggahan itu dipublikasikan tanpa keterangan panjang, namun langsung viral dan memicu perdebatan di media sosial serta pemberitaan internasional.

Sejumlah media global melaporkan bahwa unggahan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV. Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Gedung Putih yang menjelaskan secara rinci tujuan atau pesan di balik unggahan AI tersebut.

Ini bukan kali pertama Trump membagikan konten visual berbasis AI yang menggambarkan dirinya dalam simbol atau peran tertentu. Sebelumnya, ia juga pernah membagikan gambar AI dirinya dalam konteks lain yang memicu kontroversi publik.

Mengapa Trump Mengunggah Gambar Tersebut?

Unggahan foto AI Trump sebagai Yesus terjadi tak lama setelah ia mengkritik Paus Leo XIV secara terbuka. Sejumlah laporan menyebut waktu kemunculan unggahan tersebut berkaitan langsung dengan polemik pernyataan Paus mengenai konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat.

Meski Trump tidak menjelaskan motif spesifiknya, konteks waktunya memperlihatkan adanya keterkaitan dengan ketegangan retoris antara Gedung Putih dan Vatikan.

Kritik Trump terhadap Paus Leo XIV

Ketegangan bermula setelah Paus Leo XIV menyampaikan kritik terhadap kebijakan militer dan pendekatan luar negeri Amerika Serikat dalam konflik global terbaru, termasuk sikap terhadap Iran. Paus menegaskan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata dan ancaman perang harus dihindari serta tidak dapat dibenarkan secara moral.

Menanggapi hal itu, Trump melontarkan kritik terbuka terhadap Paus. Dalam pernyataannya kepada media, Trump menyebut Paus “lemah” dalam memahami keamanan global dan menilai pemimpin Vatikan tersebut tidak memahami kompleksitas kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Trump juga menyatakan bahwa ia tidak menyukai campur tangan pemimpin agama dalam kebijakan politik Amerika. Pernyataan tersebut memperlihatkan ketegangan yang jarang terjadi antara Presiden Amerika Serikat dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Respons dan Dampak Global

Vatikan melalui pernyataan resminya menegaskan komitmen Gereja terhadap perdamaian dan perlindungan nilai kemanusiaan. Paus Leo XIV disebut tetap berpegang pada misi moral Gereja meskipun mendapat kritik dari kepala negara adidaya tersebut.

Sejumlah pengamat internasional menilai polemik ini sebagai momen langka dalam hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Takhta Suci. Isu tersebut juga memperlihatkan bagaimana penggunaan teknologi AI oleh tokoh politik dapat memicu kontroversi lintas negara dan agama.

Fakta Penting yang Perlu Diketahui

- Foto AI Trump sebagai Yesus diunggah di Truth Social dan menjadi viral secara global.

- Unggahan muncul setelah kritik terbuka Trump terhadap Paus Leo XIV.

- Paus sebelumnya mengkritik kebijakan militer Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.

- Gedung Putih belum mengeluarkan penjelasan resmi terkait motif unggahan AI tersebut.

- Konten berbasis AI kini semakin sering digunakan dalam komunikasi politik tingkat tinggi.

Kontroversi ini menambah daftar panjang dinamika hubungan antara politik, agama, dan teknologi di era digital. Unggahan AI dan pernyataan terbuka antar pemimpin dunia tersebut menunjukkan bagaimana simbol keagamaan dan kebijakan geopolitik dapat bertemu dalam ruang publik global.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN