Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Tekan Zelensky Segera Berdamai dengan Rusia: Harusnya Selesai Dua Tahun Lalu

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 10.11 WIB
trump_tekan_zelensky_segera_berdamai_dengan_rusia_harusnya_selesai_dua_tahun_lalu_

Trump desak Zelensky berdamai dengan Rusia. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Washington, MISTAR.ID (21/10/2026) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar segera mencapai kesepakatan damai dengan Rusia. Menurut Trump, kesepakatan tersebut seharusnya sudah tercapai sejak dua tahun lalu.

Desakan itu disampaikan Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ruang Oval pada Selasa (20/10/2026).

"Kami ingin Zelensky membuat kesepakatan. Dia bisa melakukannya. Seharusnya dia bisa membuat kesepakatan dua tahun lalu ketika kami sempat berbincang di Ruang Oval," kata Trump seperti dikutip AFP, Rabu (21/10/2026).

Trump juga mengungkap telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin membebaskan Stephen Hubbard, warga negara AS yang ditahan pasukan Moskow di Ukraina beberapa tahun lalu. Permintaan itu dinilai sebagai sinyal perubahan sikap Washington yang kembali mendekati Moskow.

Hubungan Trump dan Zelensky diketahui sempat memanas. Pada Februari 2025, tak lama setelah Trump kembali menjabat, keduanya terlibat adu argumen dengan Wakil Presiden JD Vance di Ruang Oval yang disiarkan secara langsung di televisi.

"Dia harus memiliki keinginan untuk membuat kesepakatan, karena saya rasa rakyatnya tidak akan tahan lagi dengan situasi ini," ujar Trump.

Ketegangan antara Kyiv dan Washington meningkat setelah Trump mencabut sebagian sanksi terhadap Rusia demi kesepakatan pasokan diesel dengan Putin. Trump juga mengkritik Zelensky dan menyebutnya sebagai pemicu perang buntut serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia.

Di sisi lain, Zelensky bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, di Oslo pada Selasa untuk meredakan ketegangan. Dalam pertemuan tersebut, Zelensky menyambut baik kembalinya pertukaran informasi intelijen AS terkait ancaman serangan Rusia.

Namun, Zelensky menegaskan Kyiv harus dilibatkan dalam setiap perundingan yang menentukan masa depan Ukraina.

Kekhawatiran Ukraina muncul seiring pernyataan Trump yang cenderung menyalahkan Kyiv atas buntu nya upaya penghentian perang, serta sikap hangat Trump kepada Putin.

Terkait pembebasan Hubbard, Trump mengisyaratkan kesepakatan dengan Rusia hampir tercapai.

"Saya sudah berbicara panjang lebar dengan Presiden Putin mengenai Bapak Hubbard. Saya sudah memintanya untuk membebaskan dia. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ucap Trump menjawab pertanyaan jurnalis AFP.

"Ikuti saja perkembangannya. Ingatlah pertanyaan itu beberapa hari lagi, karena saya melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain," tambahnya.(detikcom/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN