Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Prancis Memberlakukan Aturan Ketat Jam Malam Pascademonstrasi

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 14.46 WIB
prancis_memberlakukan_aturan_ketat_jam_malam_pascademonstrasi

Gelombang unjuk rasa di Paris yang terjadi akhir pekan lalu, aksi tersebut diwarnai kekerasan dan penangkapan ratusan orang. (Foto: BBC World)

Medan, MISTAR.ID - Otoritas di sejumlah kota besar di Prancis resmi memperpanjang dan memberlakukan aturan ketat jam malam serta larangan berkumpul pada Selasa malam waktu setempat. Kebijakan darurat ini diambil pascagelombang unjuk rasa akhir pekan lalu yang diwarnai aksi kekerasan dan penangkapan ratusan orang.

Berdasarkan data resmi, sekitar 550.000 orang mengikuti 110 aksi demonstrasi di seluruh wilayah Prancis pada Sabtu lalu, termasuk 110.000 orang di Paris, yang berujung pada penangkapan sekitar 400 orang secara nasional.

Adapun rincian kebijakan pengamanan terbaru di beberapa kota yakni,di Paris. Kepolisian memperluas cakupan jam malam ke kawasan Place de la Republique dan sebagian wilayah Les Halles, berlaku pukul 23.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Selain itu, larangan seluruh perkumpulan tanpa izin resmi diberlakukan mulai pukul 20.00 hingga 06.00 di sejumlah titik strategis, termasuk sekitar Istana Elysee, Majelis Nasional, Senat, Champs-Elysees, Chatelet, serta stasiun-stasiun kereta api utama.

Selanjutnya di Lyon. Jam malam di pusat kota diperpanjang mulai pukul 21.00 hingga 06.00. Sementara itu, aturan larangan berkumpul dimajukan dari pukul 18.00 menjadi pukul 16.00 hingga waktu jam malam dimulai.

Sementara itu, Wali Kota Marseille, Benoit Payan, mengumumkan pemberlakuan jam malam untuk pertama kalinya yang secara khusus menyasar anak di bawah umur. Kebijakan ini berlaku pukul 22.00 hingga 05.00 selama beberapa hari ke depan di sejumlah kawasan pusat kota.

Lalu di Toulouse jam malam dijadwalkan mulai berlaku pada Kamis malam hingga Minggu, setiap hari pukul 00.00 hingga 05.00. Adapun jam malam di Bordeaux dan Nice tetap diberlakukan sesuai jadwal semula.

Dampak dari situasi keamanan ini turut merambah sektor olahraga. Liga Sepak Bola Profesional Prancis mengumumkan penundaan pertandingan Ligue 2 antara Montpellier dan Red Star (klub asal Paris) yang semula dijadwalkan pada Sabtu sore. Pertandingan tersebut resmi diundur hingga Senin atas permintaan pihak berwenang guna mengantisipasi rencana aksi demonstrasi susulan. (hm25/antara)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN