The Washington Post PHK Sepertiga Karyawannya

The Washington Post. (Foto: Nytimes.com)
Washington, MISTAR.ID
The Washington Post mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap sekitar sepertiga karyawannya sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan di tengah tekanan finansial dan penurunan jumlah pembaca.
Media milik pendiri Amazon.com Jeff Bezos tersebut menyatakan bahwa pemangkasan tenaga kerja akan berdampak pada berbagai departemen, termasuk ruang redaksi.
Juru bicara Washington-Baltimore News Guild menyebutkan ratusan staf newsroom akan terdampak kebijakan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Washington Post menyebut langkah ini sebagai keputusan sulit namun diperlukan untuk memperkuat posisi perusahaan dan mempertajam fokus pada jurnalisme yang menjadi ciri khas media tersebut.
“Langkah-langkah ini dirancang untuk memperkuat posisi kami serta meningkatkan keterlibatan pelanggan,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Reuters.
Editor Eksekutif Matt Murray mengatakan pengurangan staf akan memengaruhi sejumlah desk, termasuk internasional, editorial, metropolitan, dan olahraga.
Ia menilai struktur organisasi saat ini masih terlalu berakar pada model lama ketika media tersebut beroperasi sebagai surat kabar lokal dengan dominasi pasar.
Pengumuman PHK ini muncul beberapa hari setelah Washington Post mengurangi cakupan liputan Olimpiade Musim Dingin 2026, seiring meningkatnya tekanan keuangan.
Seorang reporter Washington Post menyebut keputusan tersebut sebagai “pembantaian”, mencerminkan dampak besar kebijakan terhadap karyawan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Washington Post mengalami penurunan signifikan dalam jumlah pembaca dan pendapatan, seiring perubahan pola konsumsi berita yang beralih ke media sosial. Media besar lain di Amerika Serikat, seperti Los Angeles Times, juga menghadapi tantangan serupa.
Pada 2023, Washington Post pernah menawarkan paket pemutusan hubungan kerja sukarela kepada karyawan di tengah kerugian mencapai US$100 juta. Data Alliance for Audited Media menunjukkan sirkulasi harian rata-rata berbayar media tersebut turun menjadi sekitar 97.000 pada 2025, dari 250.000 pada 2020. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Bill Gates Disebut Tertular Penyakit Seks dari Wanita Rusia



















