Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerai Lebih Awal untuk Pelatihan Sejarah Usai Kontroversi "Hari Tank"

Para aktivis menempelkan stiker pada gambar Ketua Shinsegae Chung Yong-jin selama unjuk rasa menyerukan boikot terhadap jaringan kedai kopi Starbucks di Seoul pada 27 Mei. (Foto: AFP-JIJI)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Starbucks Korea mengambil langkah luar biasa dengan menutup seluruh gerainya lebih awal pada 22 Juni 2026 untuk memberikan pelatihan sejarah dan kepekaan sosial kepada seluruh karyawan. Keputusan ini diambil setelah kampanye promosi yang kontroversial memicu kritik luas dan seruan boikot dari pelanggan.
Menurut perusahaan induknya, Shinsegae Group, seluruh gerai Starbucks di Korea Selatan akan menghentikan operasional pada pukul 15.00 waktu setempat. Tidak hanya karyawan di tingkat gerai, para eksekutif senior, manajer, hingga Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, juga akan mengikuti pelatihan serupa secara terpisah.
Dipicu Kontroversi Kampanye "Hari Tank"
Krisis bermula dari promosi "Tank Day" yang digelar bulan lalu. Program tersebut menawarkan potongan harga untuk seri gelas bertema tank. Namun, nama kampanye itu memicu kemarahan publik karena dianggap mengingatkan pada tragedi Gwangju tahun 1980.
Peristiwa bersejarah tersebut menjadi salah satu luka paling sensitif dalam sejarah modern Korea Selatan. Saat itu, pemerintah militer mengerahkan pasukan dan kendaraan tempur untuk membubarkan demonstrasi prodemokrasi di Gwangju, yang menyebabkan ratusan warga meninggal dunia.
Banyak pelanggan menilai penggunaan istilah "tank" dalam kampanye pemasaran tidak sensitif terhadap sejarah nasional. Kritik pun datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Permintaan Maaf dan Pergantian Kepemimpinan
Meningkatnya tekanan publik membuat pihak Shinsegae bergerak cepat. Ketua Chung Yong-jin menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kontroversi yang terjadi.
Selain itu, Starbucks Korea juga melakukan perubahan di tingkat manajemen dengan memberhentikan CEO perusahaan. Langkah tersebut diambil setelah jajaran eksekutif melaporkan adanya dampak negatif terhadap pendapatan perusahaan akibat boikot konsumen.
Pelatihan Sejarah dan Kepekaan Sosial
Program pelatihan yang akan digelar pada 22 Juni bertujuan meningkatkan pemahaman karyawan terhadap sejarah Korea modern dan isu-isu sosial yang sensitif.
Materi pelatihan akan mencakup berbagai topik, mulai dari sejarah nasional hingga isu sosial kontemporer seperti kesetaraan gender, hak tenaga kerja, hak asasi manusia, dan ujaran kebencian. Perusahaan berharap langkah ini dapat mencegah kesalahan serupa di masa mendatang.
Shinsegae menegaskan bahwa penutupan seluruh gerai lebih awal merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam menanggapi insiden tersebut dan memperbaiki hubungan dengan pelanggan.
Perbaikan Sistem Pengambilan Keputusan
Selain pelatihan, Starbucks Korea juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme internal perusahaan. Manajemen mengakui adanya kelemahan dalam proses persetujuan kampanye yang memungkinkan promosi kontroversial tersebut diluncurkan.
Sebagai langkah perbaikan, perusahaan akan menerapkan daftar pemeriksaan sensitivitas sosial yang disusun bersama para ahli eksternal. Proses persetujuan kampanye juga akan diperketat melalui koordinasi lintas departemen, termasuk tim hukum dan pengawasan kualitas.
Pasar Strategis Starbucks
Korea Selatan merupakan salah satu pasar terpenting bagi Starbucks secara global. Negara tersebut tercatat sebagai pasar terbesar Starbucks di luar Amerika Serikat dan Tiongkok.
Saat ini, jaringan ritel Shinsegae melalui E-Mart menguasai 67,5 persen saham Starbucks Korea. Sementara sisa kepemilikan berada di tangan dana investasi milik pemerintah Singapura.
Dengan langkah korektif yang dilakukan, Starbucks Korea berharap dapat memulihkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat standar kepekaan sosial dalam setiap aktivitas bisnis dan pemasarannya di masa depan.
PREVIOUS ARTICLE
Seniman Rusia Pengkritik Putin Tewas Ditembak di PolandiaBERITA TERPOPULER

Portugal vs RD Kongo: Misi Cristiano Ronaldo Dimulai, Selecao Siap Tebar Ancaman di Piala Dunia 2026


Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah! Prancis Tundukkan Senegal 3-1 dalam Laga Dramatis Piala Dunia 2026





















