Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Rusia Peringatkan AS dan Israel, Sebut Serangan ke Iran Bisa Jadi Bumerang

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 14.14
AN
rusia_peringatkan_as_dan_israel_sebut_serangan_ke_iran_bisa_jadi_bumerang

Serangan Israel dan AS ke Teheran Iran. (Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters)

news_banner

Moskow, MISTAR.ID

Rusia memperingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa serangan militer ke Iran berpotensi menjadi bumerang dan memicu eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan upaya Iran untuk memiliki senjata nuklir menjadi alasan di balik serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Konflik itu kemudian meluas ke kawasan. Iran membalas dengan menyerang sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan keputusan AS dan Israel menyerang Iran justru bisa memperkuat kelompok di dalam negeri Iran yang mendukung pengembangan senjata nuklir.

“Kekuatan bisa muncul di Iran, kekuatan yang mendukung untuk melakukan persis apa yang ingin dihindari Amerika, yakni memperoleh bom nuklir. Karena AS tidak menyerang mereka yang memiliki bom nuklir,” ujar Lavrov, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/3/2026).

Lavrov juga memperingatkan perang tersebut berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

“Masalah proliferasi nuklir akan mulai lepas kendali. Tujuan yang tampaknya paradoks, yakni memulai perang untuk mencegah proliferasi senjata nuklir, justru dapat memicu tren yang sepenuhnya berlawanan,” katanya.

Lavrov menegaskan Rusia belum melihat bukti bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Israel sendiri secara luas dianggap sebagai satu-satunya negara di kawasan yang memiliki senjata nuklir.

Rusia diketahui memiliki hubungan dekat dengan Iran dan menganggap Teheran penting bagi pengaruh Moskow di Timur Tengah. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai tindakan yang sinis dan mendesak penghentian perang segera.

Kremlin menyatakan Putin telah berbicara dengan para pemimpin Arab Teluk pada Senin (2/3/2026) dan berjanji akan menyampaikan kepada Iran kekhawatiran mereka terkait serangan militer yang terjadi sejak perang dimulai.

“Putin tentu akan melakukan segala upaya untuk berkontribusi setidaknya pada sedikit pengurangan ketegangan,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN