Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Rudal Balistik Iran Hantam Pangkalan Al-Udeid di Qatar

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 pukul 14.42 WIB
rudal_balistik_iran_hantam_pangkalan_aludeid_di_qatar

Rudal balistik Iran meluncur ke arah Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. (Foto: Anadolu Agency)

news_banner

Doha, MISTAR.ID

Sebuah rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Al-Udeid, pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah yang berada di Qatar, pada Selasa (3/3/2026) malam waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Qatar, seperti dilansir Agence France-Presse (AFP) dan Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026), menyatakan dua rudal balistik diluncurkan dari wilayah Iran ke arah Qatar.

“Sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu rudal, sementara rudal kedua menghantam pangkalan Qatar Al-Udeid, tanpa menimbulkan korban jiwa,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Qatar.

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait kemungkinan kerusakan material akibat hantaman rudal tersebut.

Pangkalan Udara Al-Udeid yang terletak di barat daya Doha merupakan markas terdepan bagi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang mengoordinasikan operasi militer AS dari Mesir hingga Kazakhstan. Pangkalan seluas sekitar 24 hektare itu menampung sekitar 10.000 personel militer AS.

Kementerian Pertahanan Qatar menegaskan Angkatan Bersenjata Qatar memiliki kemampuan penuh untuk melindungi kedaulatan dan wilayah negaranya serta siap merespons tegas setiap ancaman eksternal. Pemerintah juga mengimbau warga dan penduduk untuk tetap tenang serta hanya mengandalkan informasi resmi.

Pada hari yang sama, Qatar melaporkan telah mendeteksi tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone bunuh diri yang mengarah ke wilayah udaranya sejak dimulainya serangan balasan Iran. Otoritas Doha menyebut seluruh rudal tersebut serta 24 drone berhasil dicegat di udara.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Data terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran menyebut sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan tersebut.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke berbagai target di Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN